Mata Air Cinta


Panjenengan menolak poligami. Panjenengan memusuhi poligami. Panjenengan melaknat poligami. Panjenengan menganggap poligami dosa. Tapi, Panjenengan rela dipoligami, menjadi istri ke-empat dan bahagia dengan itu.

Aku yakin, Panjenengan bahagia dipoligami karena cinta yang sangat suci. Cinta Panjenengan bukan sekedar mencintai seorang mahluk dari segi lahir. Tapi karena mencintai bumiputera, yang mungkin sekarang melahirkan kami. 

Iya, Panjenengan mencintai bumiputera, agar mereka berpendidikan dan berbudi luhur. Begitu juga suami Panjenengan, mencintai bumiputera agar terwujud cita-cita luhur itu. Akhirnya, dua cinta bertemu dan menghasilkan mata air. Mata air yang tak henti memberi manfaat, hingga kami merasakannya.

Sungguh, begitu suci cinta Panjenengan. Kesucian cinta teruji dengan seberapa memberi manfaat, bukan seberapa bisa memiliki seorang diri. Seperti air, yang bisa menyucikan dari hadats dan najis.

Andai Panjenengan diizinkan bangkit oleh Sang Khaliq, wahai RA. Kartini..! 
Izinkan hamba yang pertama kali menyapa dan menyambutmu..!
🤭🤭😊😊
#Celoteh

Mengalahkan Kejahatan dengan Cinta


"Mengalahkan kejahatan dengan cinta"

Sepenggal kalimat yang pertama kali terekam otak ini tatkala buku ini dalam pelukanku yang pertama. Engkau tahu?, Yang paling menentang kekerasan adalah NU. Dan, yang mengenalkan NU terhadap cinta adalah tasawuf. 

Iya, cinta itu soal perasaan, tasawuf juga. Namun begitu, NU bukannya tidak memakai fiqih, melainkan fiqih tanpa tasawuf hampa dan tasawuf tanpa fiqih sia-sia. NU memadukan keduanya. Jadi, fiqih tanpa cinta adalah hampa.

Akhirnya, bagaimana bisa antara RA. Kartini dan NU bisa seirama? Apakah sebuah kebetulan?. Bagiku tidak, melainkan karena keduanya bersumber yang sama, hati nurani. 

NU adalah RA. Kartini, begitu juga sebaliknya, RA. Kartini adalah NU.
😊😊😊
#celoteh

Akhirnya, Prabowo Ucapkan Selamat ke Jokowi di Stasiun MRT

Jakarta — Calon presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Joko Widodo yang ditetapkan sebagai calon presiden terpilih pada Pemilihan Presiden 2019.

Ucapan selamat ini ia sampaikan saat bertemu dengan Jokowi di Stasiun MRTS Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

"Ada yang bertanya kenapa Pak Prabowo belum ucapkan selamat atas Pak Jokowi ditetapkan sebagai presiden, saya katakan saya ini walau bagaimanapun ada ewuh pekewuh, tata krama," kata Prabowo. 

"Jadi kalau ucapkan selamat, maunya tatap muka, jadi saya ucapkan selamat," ujar Prabowo lagi.

Kata-kata Prabowo ini disambut teriakan warga yang hadir dalam pertemuan itu. "We love you..." demikian teriakan warga kepada Prabowo.

Sementara itu, Jokowi sebelumnya mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan sahabat.

Menurut Prabowo, mereka memang berteman. Hanya, saat ikut kontestasi Pilpres 2019, keduanya mengambil posisi berseberangan yang saling bersaing dan mengkritik.

"Jadi kalau kadang-kadang bersaing, mengkritik, itu tuntutan politik, tuntutan demokrasi, tetapi setelah bertarung keras, kita tetap dalam kerangka keluarga besar Republik Indonesia," ucap Prabowo.
Sumber: KOMPAS

Ulama' Palembang, Pencetak al-Qur'an Pertama


Tatkala membaca sanad Alfiah yang sampai ke Nusantara, ternyata yang pertama kali menerima karya dari bidang nahwu ini adalah Ulama' Palembang. Berawal dari sinilah, akhirnya penasaranku tentang daerah Wong Kito ini muncul.

Berbagai literatur kubaca. Dan lagi, Kota Pempek ini memang tidak bisa dianggap sebelah mata. Kota ini juga tempat dimakamkannya ulama' pencetak al-Qur'an pertama di Nusantara, bahkan Asia Tenggara. 

Beliau adalah Syaikh Muhammad Azhari. Nasab Beliau tersambung ke Sunan Kudus. Sedangkan keilmuannya didapatkan dari, salah satunya, Imam Nawawy Banten, Imam Besar Masjidil Haram dan ahli fiqih di masanya. 

Bila melihat masa belajarnya, sudah pasti haluan Beliau ala NU, walaupun NU yang resmi belum berdiri. Tentunya, juga tahlilan, barzanjian, dan amalan lain yang dianggap bid'ah oleh sebagian orang.

Melihat begitu memberi sumbangsihnya kota Palembang, kami sepakat akan menapak tilas dan ngalap barakah kepada Beliau dan para waliyullah yang lain yang ada di kota ini. 

Bila Anda berminat bergabung, monggo!. Berangkat disaat memasuki liburan semester 1 nanti. Sengaja bukan sekarang, gen iso podo nabung disek...! 🤭😂

Wong Kito juga bersejarah 😎😎
#celoteh

Berjiwa Air Dua Kulah

Selat Sunda tatkala Ke Jawa

Semua ditampung. Sampah ditampung. Kotoran pun ditampung. Namun dia tetap dalam keadaanya, suci. 

Berunsur lembut. Lentur teksturnya. Fleksibel sifatnya. Rendah hobinya. Merangkul dan menyucikan fungsinya.

Yang mendekati jiwa air adalah wanita. Tapi sayang, ketika mereka terpojokkan, mereka membalas tsunami!. 🤭😅Tidak seperti air, dipukul sekeras apapun, dia hanya menghindar dan tetap bersahabat.😎😎

Bisakah kita? Mudah diungkapkan, berat merealisasikannya, bukan?.
#celoteh

Arab Saudi dan NU Bergandengan Tangan Perkuat Islam Moderat

Jakarta - PBNU menerima kunjungan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A. Abid Althagafi ke Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Pusat, Selasa (2/7). Ia diterima Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan beberapa pengurus syuriyah dan tanfidziyah di antaranya KH Nurul Yaqin Ishaq, Bendahara H Bina Suhendra, Sekretaris Jenderal Helmy Faishal Zaini, Ketua Robikin Emhas, H Eman Suryaman, H Umarsyah, dan Wakil Sekjen Ishfah Abidal Aziz. 

Di antara obrolan mereka adalah tentang fenomena kekerasan atas nama agama Islam terutama yang dilakukan ISIS, serta paham yang membidahkan kebiasaan umat Islam yang baik yang telah tumbuh berkembang di seperti peringatan Maulid Nabi, Isra Mi’raj dan lain-lain. Selain itu kedua belah pihak juga menjajaki kerja sama dalam berbagai bidang seperti dalam pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. 

Kiai Said dan dubes bercakap dengan bahasa Arab. Kiai Said sangat pasih dalam bahasa tersebut karena pernah tinggal di Arab Saudi selama 13 tahun saat menuntut ilmu sampai mendapat gelar doktor. 

“Hari ini, PBNU kedatangan tamu mulia. Beliau adalah diplomat ulung, diplomat senior yang langsung mendapat amanah dari Raja Salman Abdul Aziz agar memperkuat, meningkatkan hubungan Indonesia Saudi terkait kerja sama haji dan umrah, hubungan dagang, budaya, sosial. Mudah-mudahan Indonesia mendapat berkah dan kami sangat bangga gembira karena dubes Arab Saudi yang baru ini yang sangat terbuka, intelek, dan berpandangan sama dengan NU yaitu sama-sama berpandangan Islam washatiyah (moderat), itu akan jadi titik keberangkatan kita,” kata Kiai Said kepada awak media selepas pertemuan tersebut. 

Menurut Kiai Said, hari ini nama Islam rusak karena munculnya sekelompok Islam yang radikal, ekstremis, dan teroris. Oleh karena itu, Arab Saudi dan Indonesia, khususnya NU, akan bergandengan tangan memperbaiki Islam yang penuh rahmat, ramah, damai, cinta, penuh kasih sayang, kemanusiaan. 

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur ini menambahkan, orang yang mengaku agama Islam, dan melakukan kekerasan atas nama agamanya adalah bertentangan dengan Al-Qur'an. 

“Tidak boleh ada dakwah Islam dengan cara kekerasan, tapi dengan cara ramah dan damai,” pungkasnya. 

Setelah bertukar cenderamata Dubes Arab Saudi dan beberapa pengurus PBNU berfoto bersama di depan lukisan pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari di beranda ruangan Kiai Said. (Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Status Barang Inventaris menurut Fiqih

Sumber Gambar: poskotanews.com

DESKRIPSI MASALAH
Hampir bisa dipastikan untuk mempermudah operasional kegiatan dan program-program, sebuah lembaga memiliki berbagai barang inventaris, seperti : kuas, ember, ala-alat pertukangan, komputer, karpet dll. Namun dalam pemanfaatannya terkadang barang tersebut juga digunakan tidak untuk kepentingan lembaga saja, melainkan untuk kepentingan pribadi atau bahkan kepentingan orang lain yang tidak ada kaitannya dengan lembaga.
Sa’il : Panitia BM (dari Kasi Pembangunan PPHT)

PERTANYAAN
a. Bolehkah menggunakan barang Inventaris untuk keperluan selain lembaga terkait atau keperluan   pribadi ?
b.  Siapakah yang berhak memberikan izin atas penggunaan barang Inventararis ?

JAWABAN :

a. Tidak diperbolehkan kecuali sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang telah disepakati oleh Lembaga

b. Ialah orang yang diberi kekuasaan oleh lembaga sesuai dengan atauran-aturan yang telah disepakati



Referensi a:

a.       Faydul Qodir Juz 6 Hal : 353
b.      Faydul Qodir Juz 6 Hal : 354
c.       Al Fatawa Al Fiqhiyyah Al Kubro Juz 4 Hal : 116
d.      Hasyiyah I’anatut Thullobin Juz 3 Hal : 368

فيض القدير - (6 / 353)
9213 - (المسلمون على شروطهم) الجائزة شرعا أي ثابتون عليها واقفون عندها وفي التعبير بعلى إشارة إلى علو مرتبتهم وفي وصفهم بالإسلام ما يقتضي الوفاء بالشرط ويحث عليه (د) وكذا أحمد في البيع من حديث سليمان بن بلال عن كثير بن زيد عن الوليد بن رباح (عن أبي هريرة) قال الذهبي : لم يصححه يعني الحاكم وكثير ضعفه النسائي ومشاه غيره اه. وقال ابن حجر : الحديث ضعفه ابن حزم وعبد الحق وحسنه الترمذي.
فيض القدير - (6 / 354)
9215 - (المسلمون عند شروطهم فيما أحل) بخلاف ما حرم فلا يجب بل لا يجوز الوفاء به (طب عن رافع بن خديج) قال الهيثمي : فيه حكيم بن جبير وهو متروك وقال أبو زرعة : محله الصدق.
الفتاوى الفقهية الكبرى - (4 / 116)
وسئل بما لفظه هل جواز الأخذ بعلم الرضا من كل شيء أم مخصوص بطعام الضيافة فأجاب بقوله الذي دل عليه كلامهم أنه غير مخصوص بذلك وصرحوا بأن غلبة الظن كالعلم في ذلك وحينئذ فمتى غلب على ظنه أن المالك يسمح له بأخذ شيء معين من ماله جاز له أخذه ثم إن بان خلاف ظنه لزمه ضمانه وإلا فلا
إعانة الطالبين - (3 / 368)
وقوله إلا إن علم رضا الداعي أي فإنه لا يحرم
 والمراد بالعلم ما يشمل الظن بأن توجد القرائن القوية على رضاه به بدليل التقييد بالظن في مسألة الأخذ الآتية قريبا ( قوله ويكره للداعي تخصيص الخ ) وذلك لما فيه من كسر الخاطر للبعض الآخر ( قوله ويحرم للأراذل أكل الخ ) أي لأنه لا دلالة على الإذن لهم فيه بل العرف زاجر لهم عنه ( قوله ولو تناول ضيف ) أي من المضيف له . وقوله إناء طعام التركيب إضافي أي إناء فيه طعام. وقوله فانكسر أي الإناء. وقوله منه أي من الضيف ( قوله ضمنه ) أي الإناء دون الطعام لأنه أباحه كما يعلم مما تقدم للشارح في باب العارية في مسألة الكوز وهي أنه لو أخذ كوزا من سقاء ليشرب منه فوقع من يده وانكسر قبل شربه أو بعده فإن طلبه أي الماء مجانا ضمنه دون الماء أو بعوض والماء قدر كفايته فعكسه اهـ  وتقدم في الكتابة عليه تعليل ذلك وجملة مسائل فارجع إليه إن شئت وقوله لأنه أي الإناء وقوله في يده أي الضيف . وقوله في حكم العارية أي وهي مضمومة ( قوله ويجوز للإنسان أخذ من نحو صديقه ) أي يجوز له أن يأخذ من طعام صديقه وشرابه ويحمله إلى بيته قال في التحفة وإذا جوزنا له الأخذ فالذي يظهر أنه إن ظن الأخذ بالبدل كان قرضا ضمنيا أو بلا بدل توقف المالك على ما ظنه اهـ ( قوله ويختلف ) أي ظن الرضا وعبارة غيره وتختلف قرائن الرضا في ذلك باختلاف الأحوال ومقادير الأموال اهـ

Referensi b:

a.       Al Adab An Nabawy Hal : 201-202
b.      Hasyiyah I’anatut Thullobin Juz 3 Hal : 152


الأدب النبوي – (201-202)
الشرح : الرعية امانة في الراعي يجب عليه القيام بحفضها وحسن التعاهد والعمل لمصلحتها فمن ولاه الله شنون الخلق من ملك وامير ورئيس ووزير ومدير ومأمور ...الخ يجب عليه ان يحوطهم بنصحه ويخلص لهم في حكمه فيكون لهم كما يكون لنفسه.
حاشية إعانة الطالبين - (3 / 152)
(قوله: قال الاسنوي: يجوز للامام إعارة مال بيت المال) أي لانه إذا جاز له التمليك، فالاعارة أولى. قال في التحفة، ومثله في النهاية، ورد بأنه إن أعاره لمن له حق في بيت المال، فهو إيصال حق لمستحقه، فلا يسمى عارية، أو لمن لا حق له فيه، لم يجز، لان الامام فيه كالولي في مال موليه، وهو لا يجوز له إعارة شئ منه مطلقا الخ.


*Hasil Keputusan Bahtsul Masa-il

M3HT & FORMAS -
Di Pondok Tengah ” Hidayatut Thullab”
Kamulan Durenan Trenggalek Jawa Timur 66381
Pada Tanggal : 07 Jumadil Akhir 1434 H./ 18-19 April 2013 M