Habib Umar bin Hafidz Dijadwalkan Kaji Kitab Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Jakarta

Jakarta - Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz dijadwalkan akan mengkaji Kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim dan Bahjatul Mahafil di Hotel Aryaduta, Jakarta pada Sabtu, (13/10) pukul 15.00 -17.30 Wib.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama antara Pengurus Syuriah PBNU, Majelis Muwasholah dan Majelis Dzikir Hubbul Wathon. Wasekjen PBNU Hery Haryanto Azumi mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang digelar sebulan sekali yang biasanya diselenggarakan melalui teleconference dari kediaman Habib Umar bin Hafidz di Yaman.

“Ini adalah kali kesepuluh penyelenggaraan kegiatan ini. Sebelumnya biasanya teleconfrence tapi sekarang alhmadulillah Habib Umar bin Hafidz bisa langsung rawuh di Jakarta,” kata Hery H Azumi kepada NU Online, di Jakarta, Jumat (12/10).

Dalam rangkaiannya, acara akan dimulai dengan Shalat Ashar berjamaah. Kemudian acara dilanjut dengan istighotsah yang akan dipimpin oleh PJ Rais ‘Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar yang akan dilanjutkan pembacaan Tahlil dan Maulid oleh Habib Ahmad Alhabsyi Pasuruan. 

Habib Umar bin Hafidz dijadwalkan akan mengkaji kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim karya Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari dan Bahjatul Mahafil karya Imam Yahya bin Abu Bakar Al-Amiri.

Hery menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari keinginan untuk mengetengahkan pemikiran ulama Nusantara kepada umat Islam di seluruh dunia. Pemikiran ulama Indonesia dianggap dapat menjadi alternatif bagi pemikiran Islam di dunia saat ini. 

“Menjelang seabad NU kami berpikir bahwa sumbangan pemikiran ulama NU yang universal dapat dipromosikan ke ulama-ulama Internasional. Dan Alhamdulillah yang terdepan dalam upaya mempromosikan adalah Habib Umar bin Hafidz selama ini,” ujarnya. 

Dari itu semenjak bulan Maulid 1439 H atau sekitar sepuluh bulan lalu, pengajian rutin ini digelar setiap bulannya melalui teleconference

Dalam kunjungannya ke Indonesia saat ini, Habib Umar bin Hafidz dijadwalkan mengunjungi beberapa kota untuk memberikan ceramah dan pengajian seperti Ciledug, Cidodol dan Jakarta, Sumedang, Bandung dan Cirebon Jawa Barat, serta Samarinda Kalimantan Timur. Seluruh rangkaian ini kegiatan ini ditempuh selama 10 hari mulai 5 hingga 15 Oktober 2018. (Ahmad Rozali)
Sumber: NU Online

Bekas Budak Seks ISIS Ini Raih Nobel Perdamaian

Oslo - Aktivist hak asasi manusia Yazidi Nadia Murad Basee Taha (25) mendapatkan Nobel Perdamaian 2018 pada Jumat, (5/10). Nadia mengaku bangga dan terhormat menerima penghargaan bergengsi tersebut.

“Saya berbagi penghargaan ini dengan para Yazidi, penduduk Irak, Kurdi, seluruh minoritas, dan semua korban kekerasan seksual di seluruh dunia,” kata Nadia dalam pidatonya saat menerima penghargaan tersebut, dikutip laman Reuters.

Nadia mengaku bersyukur, bisa menarik perhatian internasional terhadap penderitaan Yazidi. Sebuah etnis minoritas di Irak yang ditindas dan dijajah kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sejak 2014 silam. 

“Seperti banyak kelompok minoritas, Yazidi telah menanggung beban penganiayaan historis,” tambahnya.

Ia menyerukan agar segala bentuk kekerasan seksual dihentikan. Baginya, tidak ada toleransi atas kekerasan seksual terhadap perempuan. Para pengungsi juga harus dibantu agar bisa kembali ke rumahnya masing-masing atau ditempatkan di tempat lain yang aman.

“Kita tidak hanya memimpikan masa depan yang lebih baik untuk perempuan, anak-anak, dan kelompok minoritas yang dipersekusi. Kita harus bekerja secara konsisten untuk mewujudkan itu, mengutamakan kemanusiaan bukan perang,” paparnya. 

Selain Yazidi, seorang pakar ginekologi asal Kongo Denis Mukwege juga menerima Nobel Perdamaian 2018. 

Bekas budak seks ISIS

Nadia Murad ditangkap ISIS pada 2014 silam. Pada saat itu, ISIS mulai menginvasi wilayah Yazidi di Irak. Laki-laki dewasa Yazidi dibunuh, anak-anaknya dididik menjadi tentara ISIS, dan perempuannya dibawa dan dijadikan budak seks. 

Nadia dan perempuan Yazidi lainnya dibawa ke Mosul, ibu kota ISIS. Di sana, Nadia dan perempuan lainnya yang berhasil ditangkap ISIS diperlakukan seperti ‘binatang.’ Mereka disiksa, diperkosa, bahkan dijual ke sesama anggota ISIS sebagai seorang budak. 

Tidak hanya itu, Nadia yang seorang Yazidi –kelompok minoritas di Irak yang menganut agama kuno- dipaksa untuk berpindah agama. Nadia juga dipaksa menikah dengan salah seorang anggota ISIS, selain menerima banyak perlakuan buruk. 

Setiap harinya, Nadia mengalami penyiksaan. Hingga tiba suatu hari, Nadia tidak kuat menanggung penderitaan yang ada. Akhirnya, ia melarikan diri dari kelompok ISIS. Diberitakan, ia berhasil kabur karena mendapatkan bantuan dari keluarga Muslim di Mosul. 

Nadia terus berlari menjauh dari Mosul. Hingga akhirnya ia berhasil tiba di wilayah Kurdi dan bergabung dengan para pengungsi lainnya. Singkat cerita, atas bantuan sebuah organisasi Nadia berhasil menemui saudarinya di Jerman dan tinggal di sana. Sejak saat itu, Nadia mendedikasikan dirinya menjadi seorang aktivis anti-kekerasan seksual terhadap perempuan. (Red: Muchlishon)
Sumber: NU Online

Ini Rangkaian Kegiatan Sambut Hari Santri 2018

Jakarta - Sambut Hari Santri 2018, Kementerian Agama siapkan sejumlah rangkaian kegiatan. Hari Santri diperingati sejak 2015 setiap 22 Oktober. Tanggal tersebut merujuk pada tercetusnya fatwa Resolusi Jihad yakni perjuangan santri-kiai mempertahankan Kemerdekaan dari Sekutu pada 1945 silam. 

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan bahwa Kemenag selama tiga tahun ini selalu konsisten memeriahkan perayaan Hari Santri sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas jasa-jasa kalangan pesantren yang eksistensinya terbukti berkomitmen mengawal bangsa Indonesia.

“Untuk tema, logo dan rangkaian kegiatan Hari Santri tahun ini akan di-launching pada 10 Agustus nanti oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di kantor Kemenag Pusat,” tuturnya, di Jakarta, Kamis (02/08).

Hari Santri 2018 bertemakan, “Bersama Santri, Damailah Negeri”. Berikut rangkaian kegiatan sambut Hari Santri:

29 Juli - 28 September : Santri Millennial Competitions (Lomba Desain Meme, Video Iklan Masyarakat tentang Moderasi Islam, dan Video Lalaran Nadham Alfiyyah)

1. 11 - 12 Agustus : Kopdar Akbar Santrinet Nusantara dan Car Free Day Bershalawat bersama Nissa Sabyan di Jakarta

2. 29 & 31 Agustus : Pesan Trend (Ngaji kitab Ihya’ ulum al-din bersama Gus Ulil Abshar Abdalla) di Jakarta

3. September-Oktober : Pesantren Business Challenge (ajang pengembangan ekonomi dan bisnis di lingkungan pesantren)

4. 18 – 20 September : Muktamar Pemikiran Santri Nusantara di Yogyakarta

5. 19 September : Ketika Kyai, Nyai, Santri Berpuisi dan Pegon Exhibition di Yogyakarta

6. 1 – 7 Oktober : Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) di Jambi

7. 21 Oktober : Santriversary (Malam puncak Hari Santri) di Bandung

Malam puncak Hari Santri 2018 rencananya akan dihadiri Preside Joko Widodo serta para pejabat pemerintah pusat maupun daerah. Nissa Sabyan dan Musik Orkestra Santri juga akan mengiringi acara yang rencananya ditempatkan di Lapangan Gasibu, Bandung.

Zayadi berharap masyarakat, terutama kalangan pesantren, dapat antusias untuk mengikuti rangkaian kegiatan Hari Santri yang diadakan Kemenag.

“Hari Santri bukan hanya milik pesantren, tapi segenap bangsa Indonesia juga memilikinya,” pungkasnya. (M. Zidni Nafi’)

Sumber: Kemenag


32 Hektare Lahan di Muba Terbakar, BPBD Muba Tetapkan Status Siaga Darurat

Sekayu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menetapkan status siaga darurat terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang telah terjadi satu pekan terakhir.

Hal tersebut mengingat setelah sejumlah kecamatan di Kabupaten Muba antara lain Kecamatan Bayung Lencir dan Kecamatan Sekayu mengalami karhutla.

Kepala BPBD Muba, Haryadi Karim, mengatakan bencana karhutla yang terjadi di Kabupaten Muba sudah cukup mengkhawatirkan.

Dimana, sejak satu pekan terakhir sejumlah lahan gambut atau semak belukar yang ada mengalami kebakaran disebabkan oleh cuaca kemarau membuat vegatasi menjadi kering.

“Saat ini sudah memasuki musim kemarau, jadi lahan gambut yang ada seperti di Kecamatan Bayung Lencir mudah sekali terbakar. Oleh karena itu, dalam mencegah karhutla semakin meluas kita telah menerjunkan 2 tim dan dibantu oleh TNI, Polri, dan Manggala Agni,”kata Haryadi, Senin (30/7/18).

Lanjutnya, upaya pemadaman karhutlah di dua kecamatan yakni Kecamatan Bayung Lencir dan Kecamatan Sekayu berjalan sedikit kesulitan dikarena medan yang sulit, tetapi di bantu Water Bombing pihak perusahaan. Dari data yang ada bencana karhutlah yang terjadi Kecamatan Bayung Lencir telah membakar kurang lebih 30 hektare sedangkan Kecamatan Sekayu 2 Hektare. 

“Lahan yang terbakar sendiri vegitasi semak belukar yang mengalami kekeringan, saat ini tim terus berupaya melakukan pemadaman dibantu TNI, Polri, Manggala Agni, serta perusahaan. Kita juga terus berupaya menghimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan karena dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya,”jelasnya.

Sementara, Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM bersama Dandim 0401 Muba Letkol CZI Mulyadi turun langsung memadamkan api di lahan gambut yang berada di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir, Muba, Sabtu (28/7/18).

Dengan menggunakan alat pemadam pompa air Kapolres Muba bersama Dandim beserta anggota Tim Karhutla berjibaku untuk memadamkan api di lahan hutan gambut yang terbakar.

Diketahui lahan sudah terbakar pada saat team patrol terpadu sedang melaksanakan patroli, mendapatkan informasi dari tim patroli Udara PT. RHM bahwa ada kebakaran Lahan Hutan Konservasi gambut di desa muara medak.

“Ya, sampai saat ini Senin (30/7/18) titik api di lahan gambut masih terpantau aktif. Api cepat merambat karena vegetasi yang kering serta udara dan angin yang mengarah ke api yang menyebabkan sulit di padamkan,”kata Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti. 

Agar api tidak meluas pihak perusahaan dari PT RHM telah mengerahkan 9 alat berat berjenis Exscavator untuk membuat skat Api agar tidak meluas kelahan yang tidak terbakar.

“Saat ini anggota yang melakukan pemadaman masih di lapangan, semoga bencana karhutla ini cepat berlalu,”tutupnya.

Sumber: Sripoku

Catat! Ini Tiga Narasi yang Dipropagandakan Pengusung Khilafah


Tangerang Selatan - Direktur Indonesian Muslim Crisis Center (IMCC) Robi Sugara menjelaskan, setidaknya ada tiga narasi yang terus dikampanyekan oleh para pengusung khilafah. Pertama, khilafah Islam diyakini sebagai kepemimpinan yang estafet dari khulafaur rasyidin hingga Turki Usmani. Para pengusung khilafah menyakini bahwa perpindahan kekuasaan dari suatu khilafah dengan yang lainnya berjalan mulus.

“Sebetulnya dari satu rezim ke rezim lain itu berdarah-darah,” kata kata Robi dalam sebuah diskusi di Sekretariat Islam Nusantara (INC), Tangerang Selatan, Sabtu (14/7).

Misalnya, perpindahan kekuasaan Islam dari khilafah Umayyah ke Abbasiyah. Ada banyak yang mengalir dalam perebutan itu. Begitu pun dengan khilafah-khilafah setelahnya. Namun demikian, Robi menegaskan bahwa pada saat itu memang seperti itu mekanisme perebutan kekuasaannya.

“Bukan Islamnya kejam, tapi trennya seperti itu. Itu sesama Muslim, tidak sesederhana itu khilafah,” tegasnya.

Kedua, khilafah adalah produk syariah. Para pengusung khilafah meyakini dan menyebarkan bahwa khilafah adalah produk syariah sehingga seluruh umat Islam wajib mewujudkannya. Mereka menggunakan agama sebagai tameng. Jika ada yang menyerang khilafah, maka pengusung khilafah tidak segan-segan menuduhnya telah menyerang Islam. 

“Ketiga, khilafah akan membawa kejayaan umat Islam di dunia. Apapun persoalannya, khilafah solusinya,” jelas Dosen UIN Jakarta ini.

Robi berpendapat, adalah mustahil mengoordinasikan seluruh umat Islam di seluruh dunia –yang jumlahnya milyaran- dengan satu komando kekuasaan dalam bidang politik. 

“Inilah kira-kira yang menyebabkan Indonesia tidak membutuhkan khilafah,” tukasnya. (Muchlishon)

Sumber: NU Online

Konferensi Internasional Wasathiyyah dan Moderasi Beragama Hasilkan Deklarasi Baghdad

Deklarasi Baghdad
Baghdad - Konferensi Internasional tentang Wasathiyyah dan Moderasi beragama menghasilkan rumusan Deklarasi Baghdad. Ada 10 rumusan yang dihasilkan dalam konferensi yang berlangsung di hotel Royal Tulip Al-Rasheed, Green Zone, Baghdad, Irak,  26-27 Juni 2018.

Konferensi ini diikuti utusan dari 20 negara, termasuk Indonesia. Ada tujuh delegasi dari Indonesia,  yaitu: Muchlis M Hanafi (Ketua Delegasi, mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin), Muhyiddin Junaidi (MUI), Ikhwanul Kiram Masyhuri (Alumni Al Azhar), Saiful Mustafa (UIN Maliki Malang/NU), Fathir H Hambali (Alumni Syam), Auliya Khasanofa (Muhammadiyah/UMT), dan Thobib Al-Asyhar (Kemenag).

Menurut Muchlis Hanafi,  Deklarasi Baghdad dibacakan bersama oleh perwakilan 20 negara pada penutupan konferensi. Pembacaan deklarasi dipimpin oleh Utusan Khusus Grand Syeikh Al Azhar dan Ketua Delegasi Mesir Prof Dr. Hamid Abu Thalib. 

"Deklarasi Baghdad menyuarakan kesepahaman bersama untuk terus mengkampanyekan Islam Wasathiyah. Juga menjadi komitmen bersama dalam sinergi melawan ekstremisme dan terorisme," terang Muchlis Hanafi sekembalinya ke Tanah Air,  Jumat (29/06) 

Menurut Muchlis, Deklarasi Baghdad juga menegaskan kedudukan al-Quds (Yerusalem) sebagai milik bangsa Arab dan selamanya akan menjadi ibu kota perdamaian dan kerukunan umat beragama. 

"Peserta konferensi menolak klaim sepihak dari zionis Israel yang menjadikan Yerusalem sebagai ibu kotanya, dan mengajak ulama Islam untuk menolak keputusan yang nista tersebut," jelasnya. 

Berikut ini 10 rumusan Deklarasi Baghdad:
1. Membentuk koalisi internasional untuk membuat konsep dan strategi operasional tentang Islam yang wasathiyah.
2. Menggalang kerja sama internasional untuk memastikan keberhasilan melawan ekstremisme dan terorisme.
3. Membentuk lembaga pemikiran (kajian) untuk mengkaji kembali dan meluruskan sejarah yang telah memicu perselisihan dan perpecahan di masa lalu, tanpa mengabaikan hal-hal yang prinsip dalam kehidupan umat.
4. Mencarikan solusi terhadap gap permasalahan antara modernitas dan Islam secara obyektif sesuai dengan konteks kekinian.
5. Meluruskan pemahaman yang salah tentang Islam sebagai agama ekstrem/radikal dan teroris dengan menegaskan bahwa teorisme tidak terkait dengan etnis, agama, maupun aliran tertentu.
6. Membuat situs-situs keislaman yang menekankan pada prinsip wasathiyah dan moderat yang jauh dari ekstrem.
7. Membuat majalah/jurnal pemikiran Islam moderat. 
8. Membentuk komite tinggi ulama yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan luas, yang menginduk kepada kementerian wakaf/agama dan tersebar di kota-kota negara Islam, untuk memantau isu yang tersebar dan apa yang disampaikan para penceramah, serta meresponnya sebelum viral sesuai prinsip ajaran Islam.
9. Menegaskan kedudukan al-Quds (Yerusalem) sebagai milik bangsa Arab dan selamanya akan menjadi ibu kota perdamaian dan kerukunan umat beragama.
10. Peserta konferensi menolak klaim sepihak dari zionis Israel yang menjadikan Yerusalem sebagai ibu kotanya, dan mengajak ulama Islam untuk menolak keputusan yang nista tersebut.
(Thobib) 

Sumber: Kemenag

Permohonan Maaf Langsung Mamah Dedeh soal Islam Nusantara

Mamah Dedeh
Jakarta - Akhir-akhir ini jejak digital pernyataan Mamah Dedeh tentang Islam Nusantara kembali viral di media sosial. Pernyataan dalam video yang disampaikannya pada salah satu acara di stasiun TV swasta nasional tersebut merekam pernyataan Mamah Dedeh yang menyebut Islam Nusantara perlu dicoret.

Menyikapi hal ini, Mamah Dedeh mengaku salah paham terhadap konsep Islam Nusantara dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Permohonan maaf tersebut disampaikannya pada Acara Mamah dan AA Beraksi secara live (langsung) baru-baru ini di stasiun TV yang sama.

"Kepada yang terhormat PBNU dan seluruh warga Nahdliyin di negara kita tercinta ini. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahpahaman dan pernyataan saya tentang Islam Nusantara. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya semoga kita mendapatkan rahmat keberkahan dari Allah SWT," ucapnya.

Sebelumnya juga pada Selasa (3/7), perwakilan anggota keluarga Mamah Dedeh juga telah meminta maaf atas ceramah Mamah Dedeh yang cenderung tergesa-gesa dan berlebihan menafsirkan tentang konsep Islam Nusantara.

KH Thobary Syadzily yang mewakili keluarga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan Mamah Dedeh yang menurutnya masih termasuk salah satu pengurus Muslimat NU Depok. 

Kiai Thobary menjelaskan bahwa dalam menyikapi suatu persoalan, orang bijak mesti mengedepankan akhlak mulia. Dan jika menilai seseorang bukan dari kesalahan atau kejelekan yang diperbuatnya, tapi dari amal kebajikan yang telah dia lakukan. 

Oleh karenanya, masalah kesalahan dakwah yang telah dilakukan Mamah Dedeh tentang amaliah NU dan Islam Nusantara tidak perlu diperpanjang apalagi sampai timbul perpecahan dan permusuhan.

"Saya sebagai wakil keluarga dari beliau, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan yang telah dilakukan di dalam dakwahnya, baik disengaja maupun tidak disengaja. Mungkin itu karena ketidaktahuannya atau ada potongan setting sehingga terjadi misunderstanding alias salah paham," katanya. (Red: Muhammad Faizin)

Sumber:  NU Online