Do’a Supaya Hati Tidak Mati dan Amalan Lain Di hari 10 Muharram


Secara ringkas amalan di 10 Muharram itu ada 12: sholat (sholat tasbih yang lebih utama), puasa, shodaqoh, membuat keluarga bahagia, mandi, mengunjungi orang Alim yang juga sholih, menjenguk orang sakit, mengusap kepala anak yatim, potong kuku, membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali, shilatur rohmi, semua ini yang haditsnya shohih hanya ada dua: puasa dan membuat keluarga bahagia.

Imamnya para Ulama’ hadits, Ibnu Hajar Al-‘Asqolany, menuturkan dalam kitabnya syarah Bukhory, barang siapa membaca do’a dibawah ini sebanyak 7x maka hatinya tidak akan mati:
سُبْحَانَ  اللهِ  مِلْءَ  الْمِيْزَانِ  وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ  وَمَبْلَغَ  الرِضَا  وَزِنَةََ  الْعَرْشِ، وَالْحَمْدُ لِلّهِ  مِلْءَ  الْمِيْزَانِ  وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ  وَمَبْلَغَ  الرِضَا  وَزِنَةََ  الْعَرْشِ ، وَاللهُ أَكْبَرُ  مِلْءَ  الْمِيْزَانِ  وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ  وَمَبْلَغَ  الرِضَا  وَزِنَةََ  الْعَرْشِ  لَا مَلْجَأَ  وَلَا مَنْجَا  مِنَ اللهِ  إِلَّا إِلَيْهِ، سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا، وَالْحَمْدُ لِلّهِ  عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا، وَاللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا. أَسْأَلُكَ السَّلاَمَة َبِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُّوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
dan juga barang siapa membaca:

 حَسْبِـيَ اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Sebanyak 70 kali maka Alloh akan menjaganya dari keburukan ditahun itu, amalan yang terakhir ini dari Sayyid Ali Al-Ajhury, dan dari Guruku  do’a tersebut dibaca setelah Maghrib. Mungkin kita tidak bisa melakukan semua yang ada diatas, ya paling tidak puasa dan yang mudah-mudah saja.

Pengarang kitab Fathul Mu’in, Syekh Zainuddin Ibnu Abdil Aziz, menuturkan dalam kitabnya Irsyadul Ibad: sesungguhnya amalan yang dikerjakan manusia di 10 Muharram berupa mandi, memakai pakaian baru, bercelak, menggunakan pewangi, memakai pacar, memasak biji-bijian, sholat beberapa rakaat semuanya bid’ah madzmumah yang sunahnya ditinggalkan saja. Karena, Nabi Muhammad S.A.W, para Sahabat, Imam Arba’ah dan selainya tidak pernah melakukanya.

Hadits yang menerangkan kesunahan tersebut kidzb dan maudhu’ (bohong dan dilarang). Sehingga, bila amalan-amalan tersebut kita lakukan dan kita anggap sebagai bagian dari Syari'at Islam maka yang demikian tidak diperbolehkan. Tapi, bila kita mengamalkanya sebatas fadhailul a'mal (keutamaan amal) maka diperbolehkan karena para Ulama' Hadits memperbolehkan mengamalkan hadits dho'if sebagai amal keutamaan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »