SMS MERESAHKAN

Deskripsi Masalah
Tanzilal ‘azizir rahim litundzira qauman ma undzira aba’uhum fahum ghaafiluun”. Kirim surat yasin ini mnimal ke-10 org, insya Allah 2 jam kemudian  kmu akn mndengar kbar baik n mndaptkan kbhagiaan. Dmi Allah ini amanah dr Habib Muh bin Hasan al-Athas pekalongan. Mhn jgn dihpus sblm disbrkan ke-10 org. kmu akn mndptkan ssutu yg tdk diignkan”.

Begitulah di antara kalimat SMS gelap yang belakangan marak tersebar di pemilik hand phone. SMS seperti ini banyak menimbulkan keresahan, karena di samping menjanjikan kejutan-kejutan atau kebahagiaan tak terduga, juga menimbulkan ketakutan-ketakutan psikologis karena dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat  keramat seperti Rosullah SAW, wali, habib, kiyai, ayat-ayat Al-Qur’an dll. Fenomena seperti ini menyebabkan banyak masyarakat yang tergoda dengan iming-iming atau khawatir dengan ancaman-ancaman dalam SMS tersebut untuk menyebarkan kembali.

Pertanyaan
  1. Bagaimana hukum mempercayai janji-janji atau ancaman-ancaman bagi penerima SMS seperti dalam deskripsi?
  2. Bagaimana hukum menyebarkan SMS tersebut?
Sa’il: PP. HM. Ceria


Jawaban
  1. Haram, karena termasuk membenarkan sesuatu yang ghaib yang tidak ada dasarnya baik secara adat, aqli atau pun syar’i.

REFERENSI
1.      Buraiqah Mahmudiyyah juz 1 hal. 274
2.      Anwar Al Buruq juz 4 hal. 263
3.      Al Fatawi Al Haditsiyyah juz 1 hal. 469

4.      Fath Al Bari juz 1 Hal. 80
5.      Faidl al Qadir juz 6 hal. 30
6.      Fath Al ‘Aly juz 1 hal. 209



  1. Haram, karena  menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya dan berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.

REFERENSI
1.      Buraiqah Mahmudiyyah juz 3 hal. 124
2.      Faidl al Qadir juz 5 hal. 2

3.      Az Zawajir “aniqtirafil Kaba-ir juz 2 hal. 169- 176
4.      Al Fiqh Al Islami juz 4 hal. 388

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »