MEMPELAI WANITA TURUT HADIR DALAM AKAD NIKAH

Deskripsi Masalah
Dalam formulasi fiqh munakahah, dapat dijumpai aturan pihak yang wajib hadir saat prosesi ijab-qabul akad nikah berlangsung. Yaitu pihak wali calon istri, pihak calon suami dan saksi. Namun seperti fenomena akad nikah yang lazim kita saksikan, prosesi ijab-qabul juga diwarnai dengan kehadiran banyak orang yang umumnya laki-laki untuk berpartisipasi menyaksikan berlangsungnya akad yang sakral ini. Di samping itu, tidak jarang mempelai wanita juga turut dihadirkan di majlis akad nikah di tengah-tengah hadirin dan duduk berdampingan dengan mempelai pria, bahkan ada juga yang ditutupi dengan satu kerudung berdua (ikhtilath).
Pertanyaan
  1. Bagaimana hukum mempelai wanita turut hadir di majlis akad nikah seperti dalam deskripsi?
  2. Jika tidak diperbolehkan, apakah kemungkaran di majlis seperti itu dapat menghilangkan sifat adil wali dan saksi nikah yang hadir?
Sa’il: Panitia
Jawaban
  1. Haram, kecuali tidak menimbulkan fitnah.
    REFERENSI
    1.      Hasyiyyah Al Jamal juz 4 hal. 124
    2.      I’anatuththolibin juz 1 hal. 313
    3.      Al Majmu’ juz 4 hal. 434
    4.      I’anatuththolibin juz 3 hal. 305

    5.      Ihya’ Ulumiddin juz 2 hal. 160
    6.      Hasyiyyah Al Jamal juz 4 hal. 138
    7.      Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah juz 2 hal. 291

  2. Tidak sampai menggugurkan, kecuali disertai perbuatan yang dapat menyebabkan dosa besar, seperti meremehkan adanya ikhtilath dan an nadzrul muharrom pada prosesi akad nikah  atau perbuatan tersebut dilakukan oleh orang yang menjadi panutan .

    REFERENSI
    1.      Ihya’ Ulumiddin juz 3 hal. 136
    2.      I’anatuththolibin juz 4 hal. 323
    3.      Al Hawi al Kabir juz 7 hal. 87


    4.      Asnal Mathalib juz 4 hal. 343
    5.      Az Zawajir juz 1 hal. 337
     

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar
27 January, 2012 20:56 delete

wah... bagus... trmkasih

Reply
avatar