CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali)

Deskripsi Masalah Legimin Raharjo adalah seorang pemuda yang paling bahagia di desa Bungkal. Bagaimana tidak? Dengan tampang pas-pasan, dia berhasil mempersunting Juminten, bunga desa Bungkal. Oleh karena itu, dia bertekad untuk membahagiakan sang istri tercinta. Demi meraih impian untuk hidup lebih baik, Gimin membulatkan tekad untuk mengadu nasib ke Taiwan. Setiap bulan, Gimin tak lupa untuk mengirimkan uang 5 juta rupiah kepada istri tercintanya. Namun, setelah 4 tahun berpisah, rasa cinta di hati Juminten lama-lama mulai pudar. Apalagi, setelah bertemu dengan Karyo, cinta pertamanya saat SMP dulu. Karyo yang dulu masih ingusan, sekarang sudah berubah menjadi laki-laki tampan yang berkehidupan mapan. Dan cinta lamapun bersemi kembali di antara mereka. Tragisnya, kontrak kerja Gimin yang selula hanya 4 tahun diperpanjang menjadi 8 tahun. Akhirnya, Juminten memutuskan untuk menggugat cerai suaminya di pengadilan atas dasar telah pudarnya rasa cintanya kepada Gimin. Dan pengadilanpun mengabulkan gugatan Juminten. Setelah proses perceraiannya selesai, Juminten menikah lagi dengan Karyo dan hidup bahagia bersamanya. Fraksi Fathil Wahhab II Ploso 
 Pertanyaan: 
a. Apakah langkah pengadilan yang mengabulkan gugatan cerai Juminten atas dasar pudarnya rasa cinta tersebut dapat dibenarkan? 

 Jawaban 
 a. Langkah pengadilan yang mengabulkan gugatan cerai Juminten atas dasar semata-mata pudarnya rasa cinta, tidak dibenarkan. Kecuali kalau langkah pengabulan gugatan cerai tersebut atas dasar pertimbangan Juminten telah ditinggal lama oleh suaminya, menurut madzhab Malikiyah dan Hanabilah maka langkah tersebut dapat (bisa) dibenarkan. Langkah pengabulan gugat cerai tersebut itu pun harus sudah sesuai prosedur yang ada, semisal suami disurati/ ditelepon untuk kembali. 

REFERENSI 
1. Al-Adab al-Syar'iyyah fil Mu'asyarah al-Zaujiyyah juz 1 hal. 10 
2. Al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah juz 29 hal. 63 
3. Al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuhu juz 18 hal. 495 
4. Mathalib Ulin Nuha fi Syarh Ghayah al-Muntaha juz 1 hal. 390

  Pertanyaan:
b. Bolehkah seorang istri menggugat cerai hanya berdasarkan cinta yang hilang kepada suaminya dalam perspektif fiqh?
Jawaban
b. Tidak boleh, kecuali kalau pernikahan tersebut tetap dipertahankan justru akan mengakibatkan mafsadah menurut pandangan syara', yaitu terjadinya perzinahan.
REFERENSI
1. Al-Adab al-Syar'iyyah fil Mu'asyarah al-Zaujiyyah juz 1 hal. 10
2. Al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuhu juz 18 hal. 495
3. Al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah juz 1 hal. 10351


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »