Hukum Kurban Untuk Orang yang Sudah Mati

shnews.co

Setelah penulis mencari keterangan kesana kesini tentang sampainya pahala sodaqoh kepada mayit yang akhirnya dia menemukan dalil-dalilnya yang kuat dan shohih, penulis mengembangkan masalah diatas dalam masalah kurban untuk orang yang sudah mati yang tidak berwasiat agar berkurban untuk dirinya. Dan akhirnya-setelah membuka kitab sana-sini, menemukan keterangan hukumnya kurban untuk mayit. Ternyata keterangan hukumnya yang ia dapatkan terjadi khilaf (perbedaan pendapat diantara ulama’). Menurut qoul asoh (pendapat yang kuat) tidak mencukupi (tidak sah) kurbannya, dan menurut Imam Rofi’i kurbannya sah dan pahalanya bisa sampai kepada orang mati. Bahkan ada hikayah bahwa salah satu gurunya Imam Bukhori-pemilik kitab hadits tershohih yang ada- yang bernama syekh Muhammad bin Ishak as-siroj an-naysabury berkurban untuk Baginda Nabi Muhammad SAW lebih dari 10.000 kali. Keterangan ini penulis ambil dari kitab Tuhfatul Muhtaj juz 9 halaman 370:
(قوله أما اذا أوصى إلخ) وقيل تصح التضحية عن الميت وان لم يوص لأنه ضرب من الصدقة وهي تصح عن الميت وتنفعه وتقدم في الوصايا ان محمد بن إسحاق السراج النيسابوري أحد أشياخ البخاري ختم عن النبي صلى الله عليه وسلم أكثرمن عشرة ألاف ختمة وضحى عنه بمثل ذلك
Dan kitab Hasyiata Qolyubi wa Amiroh juz 4 halaman 255:
وقال الرفعي فينبغي ان يقع له وان لم يوص لأنها ضرب من الصدقة

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »