Hukum Membuka Tali Pocong Mayit Yang Sudah Dikubur

MMU KUBRO DI PP ALFALAH SUKOANYAR TULUNGAGUNG 2006 
arrahmah.com
Diskripsi Masalah :
Disuatu daerah terdapat suatu kejadian yang aneh tapi nyata. yaitu ketika para penduduk mengubur mayat akan tetapi kemudian mereka lupa untuk membuka pocongan mayat tersebut, maka malam harinya dan malam-malam selanjutnya mereka selalu dihantui oleh pocongan yang bersuara “cong culidin” yang kemudian ada sebagian penduduk yang mengikuti penguburan kemarin itu ingat kalau pocongannya belum dibuka sehingga membuat sebagian dari mereka mengartikan “cong culidin” dengan pocongku uculono din mudin sehingga mereka bersepakat untuk menggali kuburan dan melepas pocongannya. Tetapi anehnya setelah mereka melakukan penggalian dan membuka pocongan tersebut, malam harinya dan seterusnya mereka bisa tidur nyenyak karena sudah tidak dihantui oleh pocongan tadi.
Pertanyaan :
@  Bagaimanakah hukumnya menggali kubur dengan tujuan diatas ( membuka pocongan agar supaya tidak dihantui lagi ) ?
                                                                                                                                     (Fraksi FW I)
Jawaban :
@   Khilaf,menurut madzhab Hanbali hal itu diperbolehkan bahkan sunat karena terdapat غرض صحيح yaitu        تحسين الكفن / حل العقد  dan hal itu disunnahkan,sedangkan menurut madzhab Syafi’i tidak boleh karna belum mencapai tingkatan darurat yang memperbolehkan menggali kuburan ((نبش القبر.    
Referensi : Al Fiqhul Al islamiy Juz 2 Hal 529
Matholibu ulin nuha juz 1 hal 917
 
مطالب أولى النهى ج 1 ص 917
( ويجوز نبش ) ميت ( لغرض صحيح كتحسين كفن ) , لحديث جابر : { أتى النبي صلى الله عليه وسلم عبد الله بن أبي بعد ما دفن , فأخرجه فنفث فيه من ريقه , وألبسه قميصه } متفق عليه . ( و ) ل ( إبدال كفن حرير ) أو منسوج بذهب أو فضة لتحريم استعماله . ( و ) يجوز نبشه ( لإفراد مدفون مع غيره ) , لحديث جابر قال : " دفن مع أبي رجل فلم تطب نفسي حتى أخرجته , فجعلته في قبر على حدة " رواه البخاري . ( و ) ينبش ( مدفون لعذر بلا غسل وحنوط ) , فيغسل ويحنط وتعاد الصلاة عليه ويدفن . ( ويتجه : و ) ينبش ميت ( مدفون على جنبه الأيسر ) , لأنه خلاف السنة ( أو لحقته نداوة ) الأرض فينبش , لئلا يسرع إليه الفساد , وهذا متجه . وأما قوله : ( أو بلع مال نفسه وله وارث )  ففيه ما فيه , بدليل تصريح الأصحاب بأن للوارث أخذ المال إذا بلي الميت لا قبله
الفقه الإسلامي ج 2 ص 539

وقال الحنابلة : يجوز نقل الميت لغرض صحيح كدفنه في بقعة خير من بقعته التي دفن فيها , ولمجاورة صالح لتعود عليه بركته إلا الشهيد اذا دفن بمصرعه فلا ينقل عنه لغيره حتى لو نقل منه رد اليه ندبا لأن دفنه فى مصرعه ( مكان قتله ) سنة فقد امر النبي صلى الله عليه وسلم بقتلى أحد ان يردوا الى مصارعهم وكانوا نقلوا الى المدينة .

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »