07 October 2013

Terorisme yang Mengatasnamakan Jihad di Indonesia


Tepatkah tindak kekerasan (teror) merepresentasikan jihad kaum muslimin di Indonesia?

Jawaban:

Mengingat tindak kekerasan (teror) hampir bisa dipastikan menimbulkan korban nyawa dan harta diluar sasaran jihad, maka hal itu tidaklalah tepat untuk diterapkan di Indonesia.
      
 Referensi:

الموسوعة الفقهية جز 3 ص : 167

اَلإسْتِبْدَادُ المُفْضِى اِلىَ الضَّرَرِ اَوِ الظُّلْمِ مَمْنُوْعٌ كَالإسْتِبْدَادِ فِى احْتِكَارِ الاَقْوَاتِ وَاسْتِبْدَادِ اَحَدِ الرَّعِيَّةِ فِيمَا هُوَ مِنَ اخْتِصَاصِ الاِمَامِ مِثلَ الْجِهَادِ وَالاِسْتِبْدَادِ فِى إقَامَةِ الحُدُودِ بِغَيْرِ إذْنِ الإمَامِ
Terjemah :
Tindakan atas kemauan sendiri yang menimbulkan bahaya atau kedhaliman adalah dilarang sebagaimana halnya tindakan atas kemauan sendiri dalam menimbun bahan makanan pokok dan tindakan atas kemauan sendiri oleh salah seorang rakyat dalam suatu hal yang menjadi kewenangan khusus imam / pemimpin seperti jihad dan bertindak secara pribadi dalam menegakkan hukuman had dengan tanpa seizin imam.

قرة العين بفتاوى اسماعيل الزين ص : 199

ان بلادكم استقلت والحمد لله ولكن لايزال فيها الكثير من الكفار واكثر اهلها مسلمون ولكن الحكومة اعتبرت جميع اهلها مسلمهم وكافرهم على السواء وقلتم ان شروط الذمة المعتبرة اكثرها مفقودة من الكافرين فهل يعتبر ذميين او حربيين وهل لنا نتعرض لايذائهم اذى ظاهرا الى اخر السؤال ؟
فاعلم ان الكفار الموجودين في بلادكم وفى بلاد غيركم من اقطار المسلمين كالباكستان والهند والشام والعراق والسودان زالمغرب وغيرها ليسوا ذميين ولامعاهدين ولامستاْمنين بل حربيون حرابة محضة – الى ان قال – لكن التصدى لايذائهم اذى ظاهرا كما ذكرتم فى السؤال ينظر فيه الى قاعدة جلب المصالح ودرء المفاسد ويرجح درء المفاسد على جلب المصالح ولاسيما وأحاد الناس وافرادهم ليس فى مستطاعهم ذلك كما هو الواقع والمشاهد  
Terjemah :
Negara kalian telah merdeka al hamdulillah, tetapi tetap tinggal disan banyak orang-orang kafirpada mayoritas penduduk negara itu kaum muslimin. Sementara pihak pemerintah memperlakukan sama pada seluruh penduduk baik yang muslim maupun yang kafir, dan kalian berkata bahwa sesungguhnya syarat-syarat dzimmah yang mu’tabar kebanyakan tidak terpenuhi dari pihak orang-orang kafir. Apakah mereka itu dianggap golongan kafir dzimmi atau harby, dan apakah kita boleh bersikap memusuhimereka dengan terang-terangan …………. Sampai pertanyaan ?
Aku (syekh Ismail Zain) menjawab : …. Ketahuilah bahwa orang-orang kafir yang berada dinegara kalin dan negara-negara lain di daerah-daerah umat Islam seperti Pakistan,India, Syam, Irak, Sudan, Maghrib dan yang lain bukanlah mereka itu golongan kafir dzimmi, mu’ahad maupun musta’man, bahkan mereka itu golongan kafir harby secara murni –sampai perkataan muallif- akan tetapi untuk bersikap memusuhi merka dengan terang-terangan sebagaimana kalian sebut dalam pertanyaan perlu memperhatikan kaidah “menarik kemaslahatan dan menolak kerusakan, dan mengunggulkan menolak kerusakan daipada menarik kemaslahatan”, lebih-lebih bagi individu-individu manusia dimana mereka tak punya kemampuan yang memadahi untuk bertindak seperti itu sebagaiman yang terlihat nyata.
قــرة الـعـيـــن للــعــلامــة الـشـيــخ مـحــمــد سـلـيـمــان الــكــردي الــمــدني الـشــافــعــي ، ص : 208-209، مــا نــصـــه :
اَلـَّـذِيْ يَــظْــهَــرُ لِلْـفَـقِــيْــرِ أَنَّــهُــمْ حَــيْــثُ دَخَــلُــوْا بَــلَــدَنـَـا لِلـتـِّـجـَـارَةِ مُـعْـتـَمِــدِيـْـنَ عَــلَـى الْـعَـادَةِ الْـمُـطَّــرِدَةِ مِــنْ مَــنْــعِ الـسُّــلْـطَـانِ مِــنْ ظُــلْـمِــهِــمْ وَأَخْـــذِ أَمْــوَالِــهِــمْ وَقـَـتـْـلِ نُــفُــوْسِــهِــمْ وَظَـنُّـــوْا أَنَّ ذَلِــكَ عَــقـْـدَ أَمَــانٍ صَــحِــيْــحٍ لاَ يـَـجُـــوْزُ إِغْــتِــيـَـالـُـهُــمْ ، بَــلْ يَــجِــبُ تـَـبْــلِــيْـغـُـهُـــمُ ألْـمَـأْمَــنَ ... لأَِنَّ الـسُّـلْـطَــانَ فِـيْــهَــا جـَــرَتْ عَـــادَتـُــهُ بِــالــذَّبِّ عَــنْــهُــمْ، وَهُـــوَ عَــيْــنُ الأَمـَـانِ .
Terjemah :

Apa yang tampak bagi al Faqir (Syekh Muhammad Sulaiman al Kurdi) bahwa mereka (orang-orang kafir) sekiranya memasuki negara kita (umat Islam) untuk berbisnis dengan berpedoman pada adat yang berlaku yaitu larangan pemerintah menganiaya mereka, merampas hartanya, membunuh jiwanya dan mereka menduga bahwa hal yang demikian itu merupakan bentuk jaminan keamanan yang sah, maka tidak diperbolehkan menyerang mereka bahkan wajin berupaya menciptakan rasa aman pada mereka …. Karena adat kebiasaan pemerintah sudah berlaku melindungi mereka dan itulah hakikat jaminan keamanan.

Terorisme yang Mengatasnamakan Jihad di Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Gubuk Lentera

0 komentar:

Post a Comment