08 January 2014

DONOR DAN JUAL ASI


Deskripsi
Kepedulian dari berbagai pihak saat peristiwa erupsi Merapi diwujudkan dengan berbagai bentuk sumbangan. Dari mulai sembako sampai pemungutan anak-anak terlantar, bahkan sebagian pihak ada yang melakukan terobosan menyumbangkan ASI (Air Susu Ibu). Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan anak-anak yang membutuhkan ASI, sedangkan ibunya kesulitan mendapatkan air bersih untuk diminum. Mereka menilai susu ibu yang kesehariannya meminum air yang tidak steril, karena mengandung bahan-bahan membahayakan, dapat mempengaruhi kualitas ASI, dan kurang baik diberikan kepada bayi.
Kita lihat fenomena semacam ini ada juga di beberapa negara. Bermunculan lembaga penyusuan bayi yang berusaha menghimpun susu para ibu dan diseterilkan untuk diberikan kepada bayi-bayi di satu negara atau disumbangkan, bahkan dijual ke negara lain yang membutuhkan.        
Panitia FMP3 Jatim
                                                                                                                                                                                                                                (Panitia FMP3 Jat
Pertanyaan
a.    Bagaimana hukum mendonorkan dan menjual ASI, serta hukum menerima atau membelinya?

Jawaban :
a.    Hukum mendonorkan, menjual dan membeli ASI adalah diperbolehkan dan sahsedangkan hukum menerimanya adalah boleh bagi yang membutuhkan dan sunah tidak diterima bagi yang tidak membutuhkan.

Referensi
1.     Al-Majmu’ vol. VII hal. 254
2.    Al-Iqna’ vol. II hal. 85
3.    Hasyiyah Al-Bujairami ‘Ala Al-Manhaj vol. III hal. 320
4.   Asna al-mathalib vol. IV hal. 301


b.     Apa dampak hukumnya jika hal tersebut terlanjur terjadi? Serta bagaimana solusi terbaiknya?
Jawaban:
b.  Dampak hukumnya setelah terlanjur terjadi adalah tsubûtul mahram (tetapnya mahrom) dengan rodho’ (sepersusuan) menurut madzhab Hanafi dan Maliki. Dan menurut madzhab Syafi’i bisa tsubûtul mahram apabila diyakini wujudnya lima kali susuan.
Status ini tetap ada, meskipun akhirnya menjadi tidak jelas karena kerancauan pendataan pendonor ataupun anak-anak yang mengkonsumsinya.
Catatan : status tsubûtul mahram yang menjadi tidak jelas ini akan berdampak dalam beberapa hal, diantaranya :
a.    Tidak boleh menikah selama jumlah orang yang disusui terbatas (mahshur) dan boleh jika ghairu mahshur.
b.   Tidak membatalkan wudhu, karena wudhu tidak batal dengan keraguan.

Referensi
1.     Hasyiyah Al-Bujairami  ‘Ala Al-Manhaj vol. II hal. 50
2.    Al Fiqh Al Islami Wa Adillatuh vol. VII hal. 5085
3.    Fatawa Wa Rudud Syar’iyyah Mu’ashirah hal. 144-147
4.    Raudlah at-thalibin  vol. III hal. 448-450
5.    al Ghurar al Bahiyyah vol. IV hal. 136
6.   Qulyubi vol. I hal. 37

DONOR DAN JUAL ASI Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Gubuk Lentera

0 komentar:

Post a Comment