Qo'idah Fiqih Pertama: الأمور بمقاصدها

Artinya: Sahnya Segala Sesuatu Tergantung Pada Tujuannya (Niatnya). Dalil dari qoidah ini adalah Sabda Rosululloh SAW: "إنما الأعمال بالنيات" (sahnya segala pekerjaan bergantung pada niatnya).
Hadits ini sohih dan masyhur yang diriwayatkan dari Umar Ibnu Khottob RA oleh Imam Enam: Imam Bukhory, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Tirmidzy, Imam Nasa'i, Imam Ibnu Majah dan lainnya.
Dalam mengomentari tentang agungnya derajat hadits ini Abu Ubaidah berkata:
"Tidak ada khabar (hadits) dari Nabi SAW yang lebih unggul, lebih kaya, dan lebih banyak faedahnya terkecuali Hadits ini". Para Imam telah sepakat bahwa Hadits ini mengandung 1/3nya ilmu, Imam tersebut adalah Imam Syafi'i, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Abdur Rohman Bin Mahdy, Imam Ali bin Almudini, Imam Abu Daud, Imam Daruquthni dan lain-lain. Sebagian ulama' berpendapat hadits ini mengandung 1/4nya ilmu .
Imam Bayhaqi memberikan alasan tentang hadits ini mengandung 1/3nya ilmu bahwasanya perbuatan seorang hamba berkisar pada hati, lisan, dan anggotanya. Sedangkan niat sendiri adalah salah satu dari tiga bagian tadi dan yang paling unggul dari tiga bagian tadi, karena niat itu terkadang menjadi ibadah tersendiri dan ibadah selain niat membutuhkanya. Imam Syafi'i berkata "Hadits yang menjelaskan niat itu mencangkup pada 70 bab", Imam Suyuthi mengomentari perkataan Imam Syafi'i ini : Semua yang telah disebutkan (70 bab) dikembalikan pada hadits secara global, sebagian dari bab-bab tersebut mengandung 1/4 ibadah dengan sempurna seperti wudhu', mandi baik yang wajib ataupun yang sunah, mengusap muzah, permasalahan renggang, tayamum, menghilangkan najis menurut satu pendapat, dan ibadah yang lain dalam arti hasilnya pahala itu tergantung atas tujuannya mendekatkan kepada Alloh dengan ibadah tersebut. Imam Suyuthi berpendapat lagi bila yang dikehendaki itu pahala yang sempurna maka tidaklah mengapa dan bila tidak maka pendaat ini lemah karena didasarkan pada pendapat yang diunggulkan oleh Syeikh Zakariya. Imam Suyuthi menghitung bagian-bagian dari bab-bab tersebut seperti jual beli,, talak, bersuci dan lain-lain. Jadi menurut Imam Suyuthi niat itu masuk pada 70 bab ini bahkan lebih dan karena demikian maka dianggap rusak pendapat yang mengatakan bahwasanya Imam Syafi'i berlebeih-lebihan

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »