Sakit Hati Tidak Lahir dari Cinta Hakiki


Sebelum tulisan ini tertuang, penulis telah menguraikan cinta hakiki versi penulis. Begitu juga, tulisan ini adalah versi penulis, bisa dikatakan hasil renunganya. 

Anak muda sekarang, pasti tak asing dengan kata sakit hati. Umumnya sakit hati muncul ketika pasangan kekasihnya berkhianat atau juga tertolaknya cinta seseorang. Menurut mereka, sakit hati pasti berawal dari cinta. Bahkan mereka beranggapan, insan yang tak siap sakit hati, berarti tak siap jatuh cinta.

Menurut penulis, anggapan seperti itu salah. Sakit hati itu timbul dari tidak tercapainya keinginan pada apa yang diinginkan. Dalam hal ini, keinginan untuk dicintai dan memiliki yang dicintai. 

Mungkin, keinginan inilah yang bila terpenuhi, cinta terasa nikmat. Ketika hati dalam keadaan demikian (sakit hati), syaitan akan datang kemudian menjadikan hati terasa sempit, penuh dan panas suasananya. 

Disaat keadaan seperti itu, sang pelaku harus segera mengontrol hatinya. Bila tidak, syaitan akan menanamkan perasaan benci terhadap yang semula dicintai. Bahkan pasangan dan keluaga dari insan yang semula dicintai, tak luput dari obyek perasaan bencinya. Syaitan cukup sekali menanamkan rasa benci, setelah itu rasa benci akan dikembangkan oleh sang pelaku. 

Terkadang, insan yang semula dicintai dan yang berkaitan denganya didoakan buruk oleh sang pelaku. Bahkan, terkadang terjadi pembunuhan, karena amarah tidak terkontrol. Pertanyaanya, apakah mungkin permusuhan bermula dari rasa cinta?. Menurut penulis sangat tidak mungkin, asal cintanya cinta hakiki. Karena dalam cinta hakiki yang diutamakan adalah kebahagiaan yang dicintai, baik dunia maupun akhirat, bukan mengharapkan balasan cinta, materi atau perilaku, dengan kata lain "bukan cinta transaksi".

Saran dari penulis, bila seseorang menghadapi situasi seperti ini, dianjurkan agar selalu mengingat Tuhanya dan katakan dalam hati "Tuhanlah yang lebih pantas untuk dicintai". Karena, menurut kekasih-kekasih Tuhan, orang yang sering mengingat Tuhannya, dia akan ditakuti syaitan dan akan dijauhinya. Sehingga, hatinya bisa menjadi dingin dan syaitan tidak mampu menanamkan perasaan-perasaan yang menimbulkan permusuhan.

Inti dari tulisan ini, agar semua insan menebarkan perdamaian tanpa terkecuali. Yang perlu dicatat, tulisan ini diperuntukkan bagi mereka yang belum menikah. Untuk yang sudah menikah, menurut penulis, wajib mempunyai sifat cemburu bila tidak dikatakan sakit hati.

Salam Damai....

ampun kesupen, tulung beri komentar!!!

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »