Sedang Haid, Membaca Al-Qur'an untuk Menjaga Hafalannya

Al-Qur'an adalah kitab Allah yang dijaga langsung oleh-Nya. Sehingga, sampai kiamat nanti tetap terjaga keaslianya. Salah satu cara Allah menjaga kitab-Nya adalah dengan mentakdirkan hamba-Nya hafal kitab-Nya, baik laki-laki maupun perempuan.

Bisa dibilang lumrah bila kaum laki-laki bisa hafal kitab yang diturunkan secara berangsur-angsur ini. Karena, mereka tidak akan pernah mengalami keadaan yang diharamkan membaca al-Qur'an dengan tenggang yang lama yaitu haid. Berbeda dengan kaum perempuan, hampir setiap bulan mereka mengalami gejala alami ini. Sehingga waktu untuk membaca al-Qur'an pun terbatas. Dari sini, sangat menarik untuk mengetahui solusi bagi kaum perempuan untuk menjaga hafalanya.

Kitab I'anatut Tholibin juz 1 halaman 85 lah referensi yang dipakai oleh pemilik blog ini. Didalam kitab tersebut diterangkan, membaca al-Qur'an bagi wanita haid haram hukumnya. Hukum ini diberlakukan bagi mereka yang berniat membaca al-Qur'an. Bila tidak berniat demikian, hukumnya berubah menjadi tidak haram, dengan kata lain, boleh. 

Sehingga, solusi untuk kaum perempuan yang berkehendak menjaga hafalanya adalah dengan cara merubah niatnya, yaitu berniat menjaga hafalanya, bukan berniat membaca al-Quran. Namun perlu diingat, walaupun solusi tersebut bisa dipakai, tetapi untuk memegang mushaf/al-Qur'annya tetaplah haram.

قوله: وقراءة قرآن) أي ويحرم قراءة قرآن. وقوله: بقصده أي القرآن، أي وحده أو مع غيره.وخرج بذلك ما إذا لم يقصده.كما ذكر بأن قصد ذكره أو مواعظه أو قصصه أو التحفظ ولم يقصد معها القراءة لم يحرم. وكذا إن أطلق، كأن جرى به لسانه بلا قصد شئ.
والحاصل أنه إن قصد القرآن وحده أو قصده مع غيره كالذكر ونحوه فتحرم فيهما. وإن قصد الذكر وحده أو الدعاء أو التبرك أو التحفظ أو أطلق فلا تحرم، لأنه عند وجود قرينة لا يكون قرآنا إلا بالقصد. ولو بما لا يوجد نظمه في غير القرآن، كسورة الإخلاص.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »