Panglima TNI: Fatwa KH Hasyim Bangkitkan Semangat TNI Usir Penjajah

Jombang - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta prajurit TNI untuk meneladani semangat perjuangan para Pahlawan Kemerdekaan. Hal itu disampaikan saat melakukan ziarah ke makam KH Hasyim Asyari di Pesantren Tebuireng Jombang, Selasa (27/9).

Jendral Gatot menceritakan peran penting KH Hasyim Asyari yang telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Dengan fatwa jihadnya almarhum telah mengobarkan semangat warga dan tentara untuk melawan penjajah. Saat awal terbentuknya TNI pada 5 Oktober 1945 terdengar kabar, bahwa pasukan penjajah Belanda kembali lagi dibonceng sekutu.

"Mendapat informasi akan ada serangan NICA, kemudian sejumlah petinggi negeri ini meminta fatwa kepada KH Hasyim Asyari di Tebuireng. Karena kekuatan TNI jelas tidak mumpuni menghadapi kekuatan penjajah," ujarnya.

Kemudian keluar Fatwa Resolusi Jihad KH Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945 yang mewajibkan seluruh warga dengan radius tertentu yang boleh menjamak shalat, wajib hukumnya untuk mengangkat senjata melawan penjajah. "Dengan adanya fatwa jihad KH Hasyim ini semangat tentara dan warga kembali bangkit," tuturnya.

Peran KH Hasyim Asy'ari masih berlanjut. Menurut Panglima TNI ini, pada 9 November 1945 seluruh warga dan juga tentara sudah siap untuk bertempur, namun diminta untuk menunda KH Hasyim Asyari. Alasannya menunggu seorang ulama asal Cirebon yang memimpin perang, yakni KH Abbas. "KH Hasyim mengatakan, kita tunggu singa dari Jawa Barat datang," ujar Gatot menambahkan.

Karenanya, Jenderal Gatot mengatakan zairah ke makam pahlawan seperti KH Hasyim Asy'ari di Tebuireng ini penting dilakukan agar generasi muda prajurit TNI bisa meneladani perjuangan para pendahulunya.

"Generasi TNI harus bisa mencontoh melanjutkan perjuangan yang sekarang semakin sulit, seperti kata Bung Karno. Kalau dulu berjuang hanya mengusir penjajah, kini yang dihadapi adalah bangsa sendiri. Karenanya berjuang harus tanpa pamrih," imbuhnya.

Ziarah ke makam pahlawan di era Panglima TNI Gatot Nurmantyo ini diharapkan terus berlanjut dilakukan menjelang peringatan HUT TNI yang jatuh pada 5 Oktober. "Hasil diskusi kita sudah sepakat, membudayakan melakukan ziarah menyongsong peringatan HUT TNI," tandasnya. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »