Ketum PBNU Sebut Sejumlah Tantangan NU dan Santri

Jakarta - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebutkan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh NU dan santri. Hal ini dia sampaikan saat berpidato dalam apel akbar dan upacara Hari Santri Nasional 2016 di Monas Jakarta, Sabtu (22/10).

Menurutnya, tantangan NU dan santri yaitu pertama , menghadapi berbagai ancaman seperti ideologi yang mengancam eksistensi kesatuan Republik Indonesia harus kita lawan. ISIS dan sekelompok organisasi yang menjadikan radikalisme dan terorisme sebagai wahana untuk berdakwah, harus kita lawan.

“Sudah terlalu banyak negara yang hancur diakibatkan cara pandang yang keliru meletakkan makna jihad yang justru melahirkan kekacau-balauan. Demikian juga dengan segenap organisasi masyarakat yang anti serta menolak ideologi Pancasila, mereka juga harus kita luruskan,” tegas Kang Said.

Nahdlatul Ulama senantiasa mengajarkan Islam menjadi pionir dalam mewujudkan perdamaian dunia. Nahdlatul Ulama senantiasa mengajarkan dakwah Islam yang ramah, bukan Islam yang marah. Islam yang mengajak bukan mengejek. Islam adalah agama yang mengajarkan kita dapat merangkul, bukan memukul.

Tantangan kedua , tambahnya, masih tingginya angka kemiskinan dan Gini Rasio kita yang menyebabkan adanya ketimpangan sosial antara yang kaya dan miskin, adalah masalah yang harus kita tuntaskan.

Pada Desember 2015, World Bank merilis bahwa 1 persen orang terkaya Indonesia menguasai sekitar 50,4 persen aset dan 10 persen orang terkaya Indonesia menguasai 70,3 persen total kekayaan di Indonesia.

“Artinya, pembangunan belum merata dan belum menyentuh rakyat miskin dan kaum lemah. Padahal Islam mengajarkan, ekonomi harus tumbuh atas azas keadilan dan pemerataan,” jelasnya.

Tantangan ketiga , imbuhnya, adalah meluasnya penggunaan narkoba di seluruh kelas sosial masyarakat. Ini keprihatinan nasional kita. Negara tengah menghadapi Darurat Narkoba. Data menunjukkan sampai tahun 2016 jumlah pengguna Narkoba sebanyak 4 juta orang. 1,6 Juta pernah mencoba.

“1,4 Juta orang rutin mengkonsumsi dan 943 ribu orang sudah dalam kondisi kecanduan. Data ini menunjukkan bahwa hari ini kita sedang mengalami darurat narkoba,” terang Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam itu. (Fathoni)

Sumber: NU Online

 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »