Menjaga Pesantren Berarti Meneguhkan NKRI

Bogor - Hal penting yang harus dimiliki santri, yaitu akhlak dan tawadhu’ menghormati para kiainya. Belajar di Pesantren mempunyai nilai lebih, yaitu ketersambungan sanad yang jelas sampai pada Rasulullah SAW, karena sanad itu penting.

Demikian disampaikan Zainul Milal Bizawie, Penulis buku Laskar Ulama-Santri & Resolusi Jihad ketika dirinya menjadi pembanding di bedah buku Pesantren, Kyai & Masa depan: Upaya Mencari Model Kaderisasi Ideal di Pesantren karya Saiful Falah dan buku
Kebangkitan Santri Cendekia: Jejek Historis, Basis Sosial dan Persebarannya karya Mastuki HS, Ahad (16/10) lalu di Pesantren Ummul Quro Bogor.

“Semoga dengan belajar di pesantren Ummul Quro ini, bisa menjaga ketersambungan Sanad dan keberkahan ulama,” harapnya.

Milal juga tidak lupa untuk menelusuri peran besar dan pentingnya pesantren dan santrinya dalam menjaga bangsa dan negara Indonesia. Ia mengatakan, daerah Bogor dan sekitarnya, adalah titik penting perjuangan para Pahlawan Santri.

“Semoga pesantren ini menjadi medan utama dalam meneruskan perjuangan ulama-ulama di Bogor dan sekitarnya,” doanya.

Milal menyinggung satu hal yang membuat pesantren itu kuat, yaitu nilai keberkahan dari para kiai dan kemuliaan akhlak santrinya. Para penjajah ingin menghilangkan nilai keberkahan ini dengan memutus hubungan sakral antara guru-murid, antara santri dan kiai. Dengan menghancurkan nilai-nilai tradisi spiritual kaum santri yaitu tradisi ziarah dan wasilah.

“Dengan kelompok yang menyesatkan dan membid'ahkan ziarah adalah kelompk yang ingin menghancurkan kesolidan umat Islam di Indonesia,” tuturnya.

“Menjaga Pesantren sama saja menjaga NKRI,” pungkas pria yang juga penulis buku Masterpiece Islam Nusantara ini. (Madan-Muid/Fathoni)

Sumber: NU Online

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »