Istihadah Haid: Mubtadi’ah Mumayyizah

Sumber Gambar: Muslimah dan Kesehatan
Mubtadi’ah Mumayyizah adalah orang yang pertama kali mengeluarkan darah (belum pernah haid) lebih dari satu macam selama lebih dari 15 hari serta bisa membedakan darah kuat dan lemah[1]. Darah yang dihukumi haid bagi perempuan yang mengeluarkan darah seperti ini adalah darah yang kuat. Sedangkan darah yang lemah atau paling lemah (jika mengeluarkan darah lebih dari 2 macam) adalah istihadah[2].




Ketentuan diatas harus memenuhi 3 syarat:
  1. Darah kuat tidak kurang dari 1 hari 1 malam (24 jam).
  2. Darah kuat tidak nelebihi 15 hari 15 malam.
  3. Darah lemah tidak kurang dari 15 hari 15 malam. Syarat yang ketiga ini hanya berlaku jika ada darah kuat kedua yang keluar.


Bila tidak memenuhi 3 syarat ini, darah yang dihukumi haid adalah darah yang keluar pada hari pertama dan awal tiap bulan (berikutnya) terhitung dari awal keluarnya darah. Sedangkan selain itu, dihukumi istihadah[3].

Apabila keluar darah 3 macam, darah yang paling lemah dihukum istihadah. Sedangkan yang lainnya dihukumi haid. Ketentuan ini bila memenuhi syarat[4]:

  1. Darah paling kuat keluar lebih dahulu.
  2. Darah dibawah paling kuat (kuat/lemah) keluar secara beruntun.
  3. Darah paling kuat dan kuat/lemah, bila dijumlahkan, keluar tidak lebih dari 15 hari.
Apabila tidak memenuhi syarat di atas, yang dihukumi haid hanya darah yang paling kuat saja[5].






[1] LBM-PPL 2002 M, Uyunul Masail Linnisa’, Lajnah Bahtsul Masa-il Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien Pondok Pesantren LIRBOYO, Kediri, hlm. 74.
[2] Madrasah Diniyah Al-Anwar, Risalah al-Mahidh, Paculgowang, Jombang, hlm. 22.
[3] Ibid, hlm. 24.
[4] ibid.
[5] Ibid, hlm. 25.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »