Kunci-kunci Berkhidmah di NU

Bandung - Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat buah dari Konferensi Wilayah ke-17 di Pesantren Fauzan Garut bulan lalu, Ajengan KH Nuh Addawami, bercerita bagaimaana resep dan seharusnya berkhidmah di NU. Menurut dia kuncinya adalah ikhlas.

“Sebetulnya (ikhlas) bukan bagi saya sendiri, tapi setiap umat Islam. Cara pengabdian itu adalah kuncinya ikhlas,” katanya ketika ditemui NU Online sebelum ta’aruf pengurus PWNU Jawa Barat 2016-2021 di gedung PWNU, Terusan Galunggung, Kota Bandung, pada Ahad (6/11).

Ikhlas mengabdi, kata pengasuh Pesantren Nurulhuda Cisurupan ini, harus dibarengi dan berdasarkan pengertian serta kecintaan.

“Kita beribadah itu harus ada pengertian dan kecintaan kepada ma’bud (zat yang diibadahi). Kalau sudah pengertian otomatis dorongannya ikhlas, mengharapakan anugerah, ridho, dan rahmat dari ma’bud itu,” jelasnya.

Jadi, lanjut ajengan yang aktif sejak muda di Ranting NU ini, di dalam pengabdian itu, jangan berdasarkan ketidakmengertian; atau mengerti, tapi tidak cinta.

“Itu nantinya akan berabe kalau kita tidak cinta. Sampeyan punya kerja, tapi kerjanya itu tidak dicintai, kan akan ditinggalkan. Jadi, kunci pengabdian adalah pengertian dan kecintaan.”

Rais Syuriyah asal Kabupaten Garut ini juga bercerita tentang cita-cita PWNU Jawa Barat ke depan.

“Tentu sama semua cita-cita para kiai, hari besok itu harus lebih bagus dari hari sekarang. Sama semuanya juga cita-citanya para pengikut agama hari besok itu harus lebih bagus dari hari sekarang. Sabda Rasulullah SAW riwayat Al-Hakim, barangsiapa berada dalam hari ini lebih dari kemarin, maka dia itulah yang beruntung.”

Ditanya apakah formasi kepengurusan PWNU Jawa Barat ke depan bisa untuk lebih baik dari hari kemarin, menurut ajengan banyak menulis karya ini, asalkan pengurus NU berpijak dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, kepada peraturan organisasi, dan pengurus solid, makan akan lebih baik. (Abdullah Alawi)


Sumber: NU Online
 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »