Pemerintah Indonesia Mesti Aktif Warnai Wajah Islam Dunia

Jakarta - Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat dalam pemilihan umum beberapa waktu lalu disinyalir berpotensi membawa dampak bagi duna Islam dalam konteks pergaulan politik internasional. Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim mesti mengambil peran global dalam mewarnai wajah Islam.

Demikian dikatakan Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf di kantornya, Gedung PBNU Lantai 4, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (11/11). Menurutnya, peran tersebut sangat dimungkinkan karena Indonesia memiliki jumlah penduduk Muslim yang mengalahkan negara-negara di belahan dunia mana pun.

“Indonesia harus tampil dengan penuh percaya diri melalui legitimasi sebagai pemerintahan dengan bangsa Muslim terbesar di dunia,” kata mantan juru bicara kepresidenan pada era pemerintahan Gus Dur ini.

Gus Yahya, demikian ia biasa dipanggil, meyakinkan bahwa Presiden Joko Widodo sesungguhnya adalah pemimpin Muslim terbesar di dunia karena itu perannya tak boleh kalah dari, apalagi tunduk terhadap, negara-negara Muslim lainnya semisal Saudi.

Dengan modal pengalaman keagamaan dan keberhasilan sejarah Islam di Nusantara, tambahnya, pemerintah Indonesia diharapkan mampu mengubah citra Islam di hadapan dunia yang berkeadaban tinggi.

Gus Yahya menambahkan, Nahdlatul Ulama telah mengembangkan kerja sama dengan negara-negara tertentu dan masyarakat internasional secara umum.  Ia juga mengaku, Ahad (13/11) besok, bakal bertolak ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan para pihak yang turut menentukan kebijakan Amerika Serikat.(Mahbib)

Sumber: NU Online

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »