Slank dan Santri Bersumpah untuk Bersatu

Yogyakarta - Akhir bulan lalu, Oktober, menjadi bulan istimewa bagi para santri di Indonesia. Mereka telah “berlebaran” di tanggal 22. Hiruk-pikuk peringatan yang dilatarbelakangi Resolusi Jihad NU 71 tahun lalu itu dilakukan dengan beragam kegiatan dan cara. Sebagian santri, di berlaga di final Liga Santri Nusantara di Yogyakarta. Kemudian diakhiri dengan penampilan grup musik Slank. 

Pada manggung di lapangan Maguwoharjo, Sleman, (30/10), tempat laga puncak Liga Santri, Slank memulai dengan lagu Generasi Biru, lalu Memang, dan halal

“Di depan slankers dan santri, saya bersumpah hidup saya ke depan akan memilih yang halal-hala saja, ke depan tidak akan korupsi, tidak culas kepada teman. Mari kita memilih yang halal,” ujar Kaka Slanks sebelum nyanyi Halal

Kemudian melalui Kaka juga, Slank bersumpah, bahwa ke depan akan memerangi dan menyapu bersih pungutan liar (pungli). “Kalau mau bikin apa-apa di Indonesia, di Yogya, gampang, mau dagang gampang, mau usaha gampang,” katanya yang disusul kemudian Birokrasi Kompleks yang bercerita tentang jelimetnya birokrasi.

Mau bikin usaha
Harus lewat sini,,lewat sana,,meja sini, meja sana
Sogok sini, sogok sana,, izin sini, izin sana
Komplek..
Birokrasi Kompleks

Mau punya jabatan
Pake topeng ini, topeng itu,,sikut sini, sikut situ
Bual ini, bual itu, jilat sini, jilat 

Selepas lagu itu, ia mengatakan, “Santri dan slanker bersatu untuk bekerja keras menjaga perdamaian antara slankers dan santri dan masayarakat luas. Saya bersumpah untuk mempersatukan slanker dan santri menjadi satu kesatuan yang kuat, menjadi Indonesia. Kemudian menyanyian Mars Slank.

Di sini tempat cari senang
Salah tempat kalo kau cari uang
Di sini orang-orang penuh kreativitas
Tempat orang-orang yang terbaik


Di sini bukan anak-anak malas
Tempatnya para pekerja keras
Di sini bukan anak-anak manja
Sedikit kerja banyak mintanya

Dua slankers yang ditemui NU Online pada konser tersebut berpendapat, sumpah yang dilisankan Kaka adalah suatu gerakan yang bagus. “Untuk menyatukan perdamaian. Slankaers Jepara dan Rembang,” katanya hampir berbarengn yang pada malam itu berkaos oblong merah bergambar slank, celana jeans, dan sepatu. Sementara kepalanya ditutupi peci hitam sebagaimana santri. (Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »