Benarkah Inspirasi Patung Liberty dari Seorang Wanita Muslim?

NEW YORK - Ada salah fakta yang belum diketahui banyak orang terkait Patung Liberty di New York, Amerika Serikat (AS), bahwa inspirasinya datang dari seorang wanita muslim.

Hal itu menjadi sebuah ironi jika mengingat kebijakan kontroversial yang telah dibuat Donald Trump pada Januari lalu. Dia melarang seluruh imigran dari tujuh negara mayoritas muslim masuk ke AS.

Namun, sejak diterapkannya kebijakan tersebut, ribuat rakyat AS telah meramaikan jalan dan bandara-bandara untuk memprotes Trump.

Kebanyakan dari mereka mengutip tulisan yang tertera di Patung Liberty sebagai sebuah argumen kuat mengapa AS semestinya menjadi negara tempat siapa pun untuk mencari keamanan, kesempatan, dan bahkan keduanya.

Apa yang tidak disadari banyak orang adalah bahwa Patung Liberty secara orisinil mengambil model seorang wanita muslim.

Kreator patung paling terkenal tersebut adalah pematung kelahiran Prancis bernama Frédéric-Auguste Bartholdi.

Sebelum merancang Lady Liberty, Bartholdi melakukan perjalanan secara ekstensif ke Mesir guna mendapat inspirasi dari figur kolosan Nubian di Abu Simbel.


Sejalan dengan konstruksi Terusan Suez sepanjang 193 kilometer yang mendekati rampung pada 1869, pemerintah Mesir mempertimbangkan untuk membangun sebuah mercusuar di pintu masuk jalan air di terusan tersebut.

Kemudian, Bartholdi memberikan sebuah rancangan berupa patung wanita setinggi 26,2 meter lengkap berpakaian tradisional Arab.

Pada akhirnya dia sebut sebagai patung "Mesir Membawa Cahaya ke Asia" atau "Egypt Carrying the Light to Asia."

Menurut buku The Statue of Liberty: A Translantic Story karya profesor Universitas New York Edward Berenson, penduduk dan pemerintah Mesir menolak rancangan Bartholdi tersebut dan justru memilih proposal lain yang dianggap lebih murah.

Alih-alih kecewa, Bartholdi justru dengan cepat merealisasikan hasil karyanya tersebut di negara asalnya yang menjadi sebuah hadiah dari Perancis guna merayakan seabad Deklarasi Kemerdekaan Amerika.

Pada 1886, proposal patung Mesir Bartholdi sedikit diubah untuk menjadi Lady Liberty, sebuah patung yang dilihat banyak orang Amerika selama satu abad lebih sebagai mercusuar toleransi dan kebebasan.

Penulis: Ridwan Aji Pitoko
Editor: Hilda B Alexander

Sumber: Kompas

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »