Ciri Aswaja: Tak Mudah Mengafirkan dan Membid’ahkan

Mojokerto - Buku Khazanah Aswaja yang diterbitkan PWNU Jawa Timur bisa menjadi salah satu pegangan bagi siapa saja yang ingin mendalami ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah, tak terkecuali bagi para mahasiswa.

Hal ini mencuat dalam acara bedah buku Khazanah Aswaja di kampus Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Panitia mendatangkan dua anggota tim penulis buku itu, Ustadz Fathul Qadir dan Ustadz Yusuf Suharto, serta seorang pembanding dari Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (pergunu), Rudolf. 

Di hadapan peserta bedah buku yang terdiri dari mahasiwa IKHAC dan peserta umum itu, Yusuf Suharto yang tampil pertama menyatakan bahwa buku Khazanah Aswaja yang terdiri dari enam bab tersebut bisa menjadi buku pegangan para mahasiwa di perguruan tinggi NU maupun kampus berbasis pesantren.
"Buku ini terdiri dari enam bab, dan ini seperti kebutuhan akan mata kuliah Aswaja yang di kampus NU dan juga di kampus IKHAC diterapkan selama enam semester," ujarnya, Ahad (22/1).

Menurutnya, buku ini memuat bab tentang aliran dan kelompok di luar NU. Aliran klasik yang bukan bagian dari Aswaja yang disebut di buku ini antara lain Mu'tazilah, Syiah, dan Khawarij. Disinggung pula kelompok yang berhaluan Aswaja namun bukan NU. Yusuf menegaskan bahwa di luar NU ada kelompok Aswaja dan non-Aswaja.

"Aswaja itu cirinya ya tidak mudah mengafirkan (memvonis kafir) dan tidak mudah membid'ahkan sesama umat Islam. Karena untuk mengkategorikan itu harus pakai kaedah-kaedah, tidak bisa serampangan," imbuh Ustadz Fathul Qodir, tim penulis yang kerap muncul di TV 9.
Sementara itu, sebagai pembanding Rudolf mengapresiasi buku ini. Baginya, buku ini enak dibaca. “Ini saya rekomendasikan agar dibaca. Kalau bisa jumlah oplah cetaknya diperbanyak, sehingga semakin banyak orang yang bisa membacanya. Namun saya memberi masukan, agar tim 8 ini ditambah satu lagi menjadi tim 9," ujar pria asal Jember ini.

Di akhir acara, Ustadz Fathul Qodir menyerukan kepada para peserta bedah buku untuk mantap dengan NU, sembari dikutipnya kata pengantar dari Rais 'Aam, KH. Ma'ruf Amin di buku ini.

"Hadirnya buku Khazanah Aswaja yang mengulas seluruh aspek Aswaja, sejarah, akidah, fikih, tasawuf, dan implementasinya di lingkungan NU, secara konkret membuktikan konsistensi Aswaja NU Center PWNU Jatim dalam mengemban amanah ilmiah untuk menghadapi tantangan kekinian. Harapannya, kehadiran buku ini menjadi langkah strategis dan secara substantif dapat diserap oleh NU di seluruh level secara nasional, sesuai kondisi dan tantangan yang dihadapi," demikian kutipan sambutan Rais 'Aam.(Red: Mahbib)


Sumber: NU Online

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »