Gerimis Iringi Haul Kiai Aziz Paculgowang

Jombang — Meski diiringi hujan gerimis, haul pertama KH. M. Abdul Aziz Manshur tetap berjalan khidmat. Hujan seolah menjadi pengiring setia, di mana setelah setahun kepergian beliau, warna  sedih akan kehilangan sosok ulama karismatik masih terasa.

Malam Jumat (24/11/16) menjadi pengingat setahun wafatnya KH. M. Abdul Aziz Manshur. Beliau wafat pada tanggal 8 Desember 2015 M, atau bertepatan dengan 26 Shafar 1437 H silam. Haul digelar secara sederhana di Ponpes Tarbiatun Nâsyi-îen, Diwek, Jombang. Ratusan tamu undangan nampak khusyuk melantunkan bacaan Surat Yâsîn dan tahlil. Nampak hadir diantara tamu undangan, Eko Putro Sanjoyo, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, KH. Abd. Halim Iskandar, Ketua DPRD Jawa Timur, serta beberapahabaib dan tokoh kiai.

Dalam sambutan atas nama keluarga, KH. An’im Falahuddin Mahrus mengatakan, “kita semuanya tahu, bahwa KH. Abdul Aziz Manshur juga sebagai orang tua kita, guru kita, beliau yang (berasal) dari pondok pesantren salaf, karena bisa mempraktikkan ilmunya, sehingga kemanfaatan beliau lebih luas. Santrinya tidak hanya menjadi kiai, tapi juga menjadi menteri”.

Kiai Aziz memang dikenal sebagai pribadi yang tekun mendidik santri-santrinya. Tak kenal lelah, beliau memperhatikan santri dan mengarahkan mereka agar kelak bisa menjadi tokoh yang berguna. Tentang keberhasilan Kiai Aziz dalam mendidik santri-santrinya, KH. An’im Falahuddin Mahrus  juga menyinggung, “Ini karena keluasan ilmu beliau. (Juga) dalam mempraktikkan ilmu-ilmu beliau. Yang mana (beliau) banyak mengambil manfaat dan berkah dari maqalah-maqalah ulama yang dipraktikkan oleh para pejuang-pejuang ahlu sunnah wal jama’ah”.

Haul juga dihadiri oleh Habib ‘Umar Muthahhar, Semarang. Beliau menyampaikan mau’idhotul hasanah, petuah-petuah dan pesan-pesan. 

Ayo, semangat para kiai, utamanya Kiai Aziz yang malam ini kita peringati haulnya yang pertama (dapat kita tiru). Semoga kita semua khususnya para santri dan alumni, sagetmewarisi semangat untuk menyebarkan ilmu, menanamkan ilmu, dan mencetak orang-orang yang kelak akan melanjutkan perjuangan. Insya Allah pahalanya  tidak terputus. Terus ilâ yaumil qiyâmah.” 

Beliau mewanti-wanti, bahwa dalam perjuangan di tengah-tengah masyarakat adalah hal wajar bila timbul banyak cobaan dan ujian. Banyak pihak-pihak yang tidak suka dengan dakwah yang kita perjuangkan. Hal tersebut adalah hal yang lumrah, jangan dijadikan hambatan. 

Manakala kau berjuang di masyarakat melanjutkan cita-cita dan tugas almarhum, ilingen bahwa koyo ngono-koyo ngono mesti ada. Tapi sing penting kita berjalan nggenah. Insyaallah nek mlakune nggenah, Gusti Allah akan memberikan perlindungan”.

Beliau juga menambahkan, para penerus perjuangan Kiai Aziz jangan sampai menyerah, sebab Allah akan selalu membantu, “ada masalah apapun insyaallah Allah yang akan menyelesaikan. Asal kita mengikuti wasiat-wasiat, pelajaran almarhum. Dateng putra-putra almarhum, keluarga almarhum, insyaallah kulo yakin dateng prinsipnya. Apa yang selalu diingatkan oleh para sesepuh. Ojo kuatir, al madad biqodri al-masyhad. Pertolongan Allah akan turun sesuai dengan persoalan yang kau hadapi”.

Teruntuk KH. M. Abdul Aziz Manshur, al-fâtihah….

Sumber: Lirboyo

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »