Netiket, Etika Berinteraksi di Internet

Sumber Gambar: aktual.com
Oleh: Bisri Mustofa

Internet adalah bagian dari dunia nyata. Media sosial itu bukan "dunia maya", bukan dunia yang hanya tampaknya ada tapi nyatanya tidak ada; bukan dunia angan-angan atau khayalan.

Istilah "dunia maya" paling cocok untuk menggambarkan video game. Dunia virtual. Tempat fantastis, monster seram, simulasi perang, kekuatan super dan hal-hal khayal lain yang tidak pernah ada di dunia. Itu dunia maya. Di dunia (video game) ini, kita boleh berlaku seenaknya. Mau milih jalur ini, mau ngambil bonus yang itu, mau menerobos atau mau maju pelan-pelan; semuanya sah.**

Tapi media sosial --seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, dll-- itu adalah bagian dari dunia nyata. Status-status yang kita baca (dan kita komentari) itu berasal dari dunia nyata ~dalam hal ini berasal dari kita; manusia. Bukan dari algoritma komputer dan susunan pixel. Karena ini nyata; maka tata cara adat sopan santun pun berlaku.

Ini sepertinya yang sering dilupakan oleh banyak orang. Karena ngadepin layar handphone atau monitor komputer, mereka mengira sedang ngobrol dengan mesin, sehingga nggak bisa menjaga sikap. Ngomong kasar, nggak sopan atau bahkan berkata jahat. Padahal sehari-hari atau saat bertemu langsung, bisa jadi orangnya baik dan santun.

Pelajaran pertama #netiket: 
Media sosial itu bagian dari dunia nyata. Sadari hal ini. Sadari kalau kita sedang berinteraksi dengan manusia, bukan dengan robot.


Selamat siang, semoga hari Anda menyenangkan!
=====

** Di dalam video game kita bebas berbuat seenaknya, dengan catatan: mainnya sendiri. Kalau main game online multiplayer yang butuh interaksi dengan pemain lain (baca: manusia); kita nggak bisa lagi seenaknya.


** Untuk Bapak/Ibu yang dikaruniai anak yang lahir dan tumbuh di era teknologi informasi; mohon ajarkan anak-anak kalian tentang "netiket", etika berinteraksi di internet.

// Basically ini sama kayak "etiket", yaitu tata cara (adat sopan santun, dsb) di masyarakat beradab ~tapi dilakukan di internet, khususnya di media sosial.

Sumber: Pondok Leteh

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »