Wudhu'nya Orang Yang Bersolek

Sumber Ilustrasi: detik
Mungkin, ini liburan terakhirku ke Jawa Tengah selama aku mondok, karena Ramadhan tahun ini diharuskan pulang total. Dari pada bengong di bus, terpikirkan untuk membuat coretan.

Coretan kali ini adalah hasil diskusi dengan teman santri putri mengenai bersuci. Diskusi ini berawal dari pertanyaan, bagaimanakah wudhu'nya orang yang bersolek, seperti bergincu, berbedak dan lain-lain?.

Sebenarnya, pertanyaan ini sudah lama ada. Karena akhir- akhir ini banyak urusan, akhirnya ngangkrak.

Pertanyaan ini bisa terselesaikan ketika membuka kitab i'anah al-tholibin vol.1, hal.65 (dar al-kutub al-ilmiyah). Dalam kitab tersebut dijelaskan, bekas hiasan (seperti bedak, gincu) dan pacar/inai tidak mempengaruhi pada keabsahannya wudhu'. Sedangkan yang dimaksud 'bekas' disini adalah apabila anggota yang dihiasi tadi dikerok maka tidak menghasilkan apa-apa (bedak/atau gincunya tidak rontok).

Jadi, wudhu'nya orang yang bersolek bisa dianggap sah asal bedak, gincu dll. yang ada di anggota hanyalah bekas saja dengan kriteria yang telah disebutkan.

(قوله: ورابعها) أي رابع شروط الوضوء. (قوله: حائل) أي جرم كثيف يمنع وصول الماء للبشرة. (قوله: بين الماءوالمغسول) مثله الممسوح كما هو ظاهر. (قوله: كنورة إلخ) تمثيل للحائل. (قوله: بخلاف دهن جار) أي بخلاف ما إذا كان على العضو دهن جار فإنه لا يعد حائلا فيصح الوضوء معه، وإن لم يثبت الماء على العضو لأن ثبوت الماء ليس بشرط. (قوله: وأثر حبر وحناء) أي وبخلاف أثر حبر وحناء فإنه لا يضر. والمراد بالأثر مجرد اللون بحيث لا يتحصل بالحت مثلا منه شئ.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »