Memberikan Fidyah Di Daerah Lain, Bolehkah?

Sumber Ilustrasi: Majalah Embun
Jawa Timur, 16 Juni 2016, hari dimana Penghuni Gubuk ini merasakan kesedihan yang tak terlupakan. Karena, hari itu adalah hari perpisahan dengan adik dan teman pesantrennya.

Saking sedihnya, air mata menetes terus ketika perjalan dari Jombang menuju bandara Juanda. Mungkin, terlanjur tidak kuat sehingga dia tidak menghiraukan keadaan ini walaupun di dalam bus umum.

Di tengah perjalanannya, ada pesan masuk dari teman SD sekampung halamannya, Sumatera. Pesan ini berisikan ingin berdiskusi mengenai fiqih, lebih jelasnya tentang fidyah. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah boleh memberikan fidyah kepada orang yang tidak sedaerah, misal diberikan ke daerah Jawa?.

Penghuni Gubuk ini menjawab, pertanyaan ini sama dengan pertanyaan temannya dari Kalimantan yang bertanya sebelumnya, tapi dia belum bisa menjawab pertanyaan tersebut. Akhirnya, penghuni Gubuk ini meminta waktu untuk mencari referensi tentang ini.

Setelah sampai di rumah, dia berusaha untuk menepati janjinya karena memang permasalahan ini sedang terjadi dan mendesak. Beruntung, dia menemukan jawaban tersebut pada kitab I'anah al-Tholibin.

Kesimpulan dari yang dia temukan adalah, fidyah boleh dipindahkan dalam hal pemberiannya. Maksudnya, fidyah boleh diberikan pada fakir/miskin diluar daerah si pemberi fidyah, fidyah tidak sama dengan zakat yang harus diberikan kepada orang yang berada di daerah orang yang mengeluarkan zakat. Jadi, teman Penghuni Gubuk ini tadi boleh memberikan fidyahnya kepada fakir/miskin yang ada di tanah Jawa.

Referensi:
Abu Bakr bin Muhammad Syattha al-Dimyathi, I'anah al-Tholibin, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Juz.2, Hal. 407.
(قوله: ومصرف الأمداد: فقير، ومسكين) أي فقط، دون بقية الأصناف الثمانية المقدمة في قسم الصدقات، لقوله تعالى: * (على الذين يطيقونه فدية طعام مسكين) * والفقير أسوأ حالا منه، فإذا جاز صرفها إلى المسكين فالفقير أولى، ولا يجب الجمع بينهما. (قوله: وله صرف أمداد لواحد) أي لأن كل يوم عبادة مستقلة، فالأمداد بمنزلة الكفارات، بخلاف المد الواحد، فإنه لا يجوز صرفه إلى شخصين، لأن كل مد فدية تامة، وقد أوجب الله تعالى صرف الفدية إلى الواحد. فلا ينقص عنها. ولا يلزم منه امتناع صرف فديتين إلى شخص واحد، كما لا يمتنع أن يأخذ الواحد من زكوات متعددة. اه.

Abu Bakr bin Muhammad Syattha al-Dimyathi, I'anah al-Tholibin, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Juz.2, Hal. 329.
(قوله: ولا يجوز لمالك نقل الزكاة) أي لخبر الصحيحين: صدقة تؤخذ من أغنيائهم، فترد على فقرائهم. ولامتداد أطماع مستحقي كل محل إلى ما فيه من الزكاة، والنقل بوحشهم، وبه فارقت الكفارة والنذر والوصية والوقف على الفقراء، ما لم ينص الواقف فيه على غير النقل، وإلا فيتبع.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »