WHO: Batas Penggunaan Gadget oleh Balita Maksimal 1 Jam

KOMPAS.com - Tak sedikit orangtua masa kini yang menggunakan gadget sebagai salah satu sarana hiburan untuk anak, selain mainan atau televisi. Sedari kecil, mereka sudah asyik menatap layar gadget berlama-lama dengan posisi yang sama.

Kebiasaan ini menimbulkan pertanyaan. Berapa lama anak boleh menatap layar gadget? Dalam penilitian terbaru yang dirilis badan kesehatan dunia ( WHO), lama waktu menatap layar bagi balita tidak boleh lebih dari satu jam.

Alasanya, anak usia balita harus lebih banyak bergerak dan beraktivitas untuk perkembangan fisik dan motoriknya. Apabila anak lebih banyak menonton tayangan video melakui gadget, maka ia tidak akan banyak bergerak dan cenderung berada di posisi yang sama lebih lama.

Misalnya, sambil menonton layar, anak akan duduk lebih lama atau tiduran lebih lama. Perilaku ini, menurut WHO, akan menyebabkan kurang tidur dan kurangnya aktivitas fisik.

"Meningkatkan aktivitas fisik, tidak berlama-lama dalam posisi yang sama dan memastikan kualitas tidur untuk balita, akan meningkatkan fisik, kesehatan mental, dan kesejahteraan mereka," jelas Dr. Fiona Bull, perwakilan dari WHO.

Ia juga menjelaskan, dengan memperbanyak aktivitas fisik, anak-anak akan tercegah dari obesitas dan penyakit yang terkait dengan kegemukan kedepannya.

Belum umur dua tahun, jangan berikan gadget

WHO membagi lama durasi menatap layar gadget ke tiga kategori usia anak, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Cnet, Minggu (27/4/2019).

Pertama, untuk bayi di bawah usia satu tahun, WHO menyarankan untuk tidak menatap layar sama sekali. Bayi dalam usia ini harus lebih banyak aktif bermain di lantai.

Apabila si bayi belum bisa bergerak, dia bisa berlatih tengkurap dan terlentang sepanjang hari untuk melatik kekuatan otot leher, dada, dan lengan. Bayi juga bisa melatih keseimbangan tubuh agar terangsang untuk bisa merangkak.

Kedua, bayi usia satu tahun masih tidak direkomendasikan untuk menonton layar gadget. WHO menyarankan, anak baru boleh menatap layar gadget pada usia 2 tahun. Tapi itupun harus kurang dari satu jam.

Anak usia 1-2 tahun, disarankan untuk beraktivitas fisik selama tiga jam dalam sehari dan tidak terjebak dalam posisi yang sama dalam waktu lebih dari satu jam.

Terakhir adalah anak usia 3-4 tahun yang juga tidak boleh menonton layar gadget lebih dari satu jam. Sama seperti usia 1-2 tahun, anak usia 3-4 tahun masih perlu memperbanyak aktivitas fisik sehari-hari.
Sumber: Kompas

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »