Mengalahkan Kejahatan dengan Cinta


"Mengalahkan kejahatan dengan cinta"

Sepenggal kalimat yang pertama kali terekam otak ini tatkala buku ini dalam pelukanku yang pertama. Engkau tahu?, Yang paling menentang kekerasan adalah NU. Dan, yang mengenalkan NU terhadap cinta adalah tasawuf. 

Iya, cinta itu soal perasaan, tasawuf juga. Namun begitu, NU bukannya tidak memakai fiqih, melainkan fiqih tanpa tasawuf hampa dan tasawuf tanpa fiqih sia-sia. NU memadukan keduanya. Jadi, fiqih tanpa cinta adalah hampa.

Akhirnya, bagaimana bisa antara RA. Kartini dan NU bisa seirama? Apakah sebuah kebetulan?. Bagiku tidak, melainkan karena keduanya bersumber yang sama, hati nurani. 

NU adalah RA. Kartini, begitu juga sebaliknya, RA. Kartini adalah NU.
😊😊😊
#celoteh

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »