"Di Masjid"
Kuseru saja Dia
Sehingga datang juga
Kamipun bermuka-muka
Seterusnya Ia bernyala-nyala dalam dada
Segala daya memadamkannya
Bersimpuh peluh diri tak bisa diperkuda
Ini ruang
Gelanggang kami berperang
Binasa-membinasakan
Satu menista lain gila
(Chairil Anwar 1943)
0 komentar:
Post a Comment