05 January 2026

KH. Anwar Manshur: Menjaga Maziyah Lirboyo melalui Keikhlasan Mengajar

 


KEDIRI – Dalam momentum Sidang Besar (SIBES) Majelis Hidayatul Mubtadi-ien (MHM), Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Romo KH. M. Anwar Manshur, menyampaikan wejangan penting mengenai amanah keilmuan. Dawuh beliau menekankan bahwa nilai inti pesantren yang diwariskan oleh para pendiri (Mbah Sepuh) adalah keikhlasan, ketawadhuan, dan keteguhan dalam menjaga tradisi ilmiah.

Mengajar sebagai Amanah Kolektif

Beliau membuka mau‘izhah dengan sebuah permohonan yang menunjukkan kerendahan hati seorang kiai sepuh kepada para santrinya. Beliau menegaskan bahwa tugas membimbing santri bukanlah perkara ringan dan menuntut keikhlasan penuh.

"Saya mohon kepada kalian, ini merupakan tugas yang berat, saya minta keikhlasannya. Ilmu yang sudah dicapai diminta untuk disampaikan kepada orang lain, kalian ikut membantu membimbing santri-santri mbah sepuh," dawuh KH. Anwar Manshur.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa dunia pendidikan tidak mungkin dipanggul sendirian. Konsep kerja sama kolektif menjadi kunci keberlangsungan sebuah pesantren. 

"Pendidikan itu sangat berat dan tidak bisa dilakukan oleh satu orang harus dilakukan bersama-sama," tambah beliau.

Mempertahankan Maziyah (Keistimewaan) Lirboyo

Salah satu poin krusial dalam wejangan tersebut adalah kewajiban menjaga identitas khas Lirboyo yang bertumpu pada pendalaman ilmu alat, seperti Alfiyah, Jurumiyah, dan Tashrifan.

Beliau menceritakan fenomena tahun 60-an, di mana seseorang yang sudah menjadi pengurus di pondok lain, ketika datang ke Lirboyo justru merendah dengan masuk kelas dasar (kelas 4) demi mendalami Tashrifan. Beliau menegaskan, 

"Maziyahnya Lirboyo itu harus kita pertahankan itu merupakan ilmunya Mbah Sepuh dan itu ahline Mbah Sepuh,".

Ketawadhuan ini juga dicontohkan melalui kisah Mbah Anwar (cucu Kiai Kholil Bangkalan) yang tetap mengaji kepada Mbah Karim meski dirinya sudah berstatus kiai. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mencari keberkahan ilmu.

Syukur atas Kesempatan Berkhidmat

Di akhir nasehatnya, KH. Anwar Manshur mengajak para santri untuk mensyukuri kesempatan mengajar. Beliau memandang tugas mengajar di pesantren sebagai pilihan langsung dari Allah SWT untuk menjadikan seseorang hamba yang faqih (paham agama).

Beliau mengingatkan bahwa mengajar banyak santri di pesantren jauh lebih mudah secara fasilitas dibandingkan mencari murid saat sudah di rumah. Beliau juga berpesan agar para pengajar tidak meremehkan murid-murid kecil. Menurut beliau, melatih anak-anak kecil adalah sarana terbaik untuk melatih kesabaran dan keikhlasan seorang pendidik.

"Banyak orang yang mondok tetapi tidak mengajar, ini yang berkehendak adalah Allah SWT. Kalian pulang ke rumah mencari lima orang akan kesulitan, di sini murid yang menunggu begitu banyak, kalian harus bersyukur telah dilatih mendidik anak kecil," pungkasnya.


Referensi: Lirboyo.net. (n.d.). KH. Anwar Manshur: Keikhlasan Mengajar dan Warisan Ilmu. Diakses dari https://lirboyo.net/kh-anwar-manshur-keikhlasan-mengajar-dan-warisan-ilmu/

Tanggal Akses: 4 Januari 2026

KH. Anwar Manshur: Menjaga Maziyah Lirboyo melalui Keikhlasan Mengajar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Sirojudin

0 komentar:

Post a Comment