Lirboyo — Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH M Anwar Manshur, menegaskan pentingnya mengamalkan birrul walidain (berbakti kepada orang tua) serta menjaga akhlāqul karīmah dalam setiap situasi. Pesan tersebut disampaikan dalam mauidzah kepada para santri menjelang liburan Maulid Nabi.
Menurut KH Anwar Manshur, masa liburan Maulid merupakan momen strategis bagi santri untuk menunjukkan hasil pendidikan pesantren. Hal itu dapat diwujudkan dengan tetap mengaji bagi santri yang tidak pulang, maupun dengan mengamalkan birrul walidain bagi santri yang kembali ke rumah.
“Santri yang tidak pulang hendaknya mengisi waktu libur dengan mengaji. Sedangkan yang pulang ke rumah, wajib melakukan birrul walidain. Apa yang dikerjakan orang tua kalian, jika mampu kalian kerjakan maka kerjakanlah. Jangan sampai kalian membuat hati orang tua tersinggung,” dawuh beliau.
Akhlak sebagai Identitas Santri
KH Anwar Manshur menekankan bahwa akhlak merupakan identitas utama seorang santri. Pendidikan pesantren, menurutnya, harus tercermin dalam sikap santun dan bahasa yang halus, khususnya kepada orang tua.
“Kalau sebelum mondok belum terbiasa berbicara halus, maka setelah mondok haruslah santun. Tunjukkan ajaran pesantren, lalu mintalah doa kepada orang tua kalian,” pesan beliau.
Ia menjelaskan bahwa perubahan akhlak ke arah yang lebih baik merupakan bukti nyata keberhasilan pendidikan pesantren. Santri dituntut untuk mampu menampilkan teladan moral, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
Birrul Walidain sebagai Sumber Keberkahan
Lebih lanjut, KH Anwar Manshur menegaskan bahwa orang yang istiqamah mengamalkan birrul walidain akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya. Akhlak mulia santri, menurutnya, tidak hanya bernilai ibadah personal, tetapi juga menjadi sarana dakwah yang efektif.
“Ketika masyarakat melihat santri berakhlak mulia, mereka yang belum memondokkan anaknya akan terdorong untuk menitipkan anak-anak mereka ke pesantren,” jelas beliau.
Menjaga Marwah Pesantren
Di akhir mauidzah, KH Anwar Manshur mengingatkan para santri agar senantiasa menjaga nama baik pesantren. Santri diharapkan menjadi penyejuk di tengah masyarakat, bukan sumber keresahan.
“Jagalah selalu akhlāqul karīmah dan jangan sampai membuat resah masyarakat. Itu sama halnya menjaga marwah pesantren kita,” tutup beliau.
Mauidzah tersebut disampaikan dalam acara pembekalan santri menjelang liburan Maulid Nabi yang digelar di Masjid Lawang Songo, Pondok Pesantren Lirboyo, pada 3 November 2019.
Referensi
Lirboyo.net, “Dawuh KH M Anwar Manshur: Keutamaan Birrul Walidain”
https://lirboyo.net/dawuh-kh-m-anwar-manshur-keutamaan-birrul-walidain/
Tanggal akses: 12 Januari 2026

0 komentar:
Post a Comment