17 May 2026

Cetak Sejarah! RI Mulai Ekspor Pupuk Rp7 Triliun ke Australia, PM Albanese Telepon Langsung Presiden Prabowo

 


JAKARTA – Posisi Indonesia di kancah global semakin strategis dan diperhitungkan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Indonesia kini kian dipercaya dalam menjaga stabilitas pangan kawasan seiring dimulainya ekspor perdana pupuk urea nasional ke Australia di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.

Keberhasilan diplomasi pangan ini bahkan mendapat apresiasi tingkat tinggi. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menelepon langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan terima kasih. Hubungan hangat ini diperkuat dengan komunikasi lanjutan dari Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, Julie Collins MP, kepada Mentan Amran.

“Ini menunjukkan Indonesia semakin dipercaya dan diperhitungkan dalam menjaga stabilitas pangan kawasan,” kata Mentan Amran Sulaiman dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Nilai Kontrak Fantastis dan Target Ekspor

Pelepasan ekspor perdana ini dilakukan di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, pada Kamis (14/5/2026). Kerja sama bilateral bermodel Government-to-Government (G2G) ini memiliki target yang masif:

  • Tahap Awal: Volume ekspor yang dikirim pada gelombang pertama mencapai 47.250 ton.

  • Komitmen Total: Bagian dari target awal sebesar 250.000 ton yang akan ditingkatkan hingga 500.000 ton.

  • Nilai Ekonomi: Total nilai kerja sama ini diperkirakan menembus angka Rp7 triliun.

“Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih karena Indonesia menyetujui ekspor pupuk ke Australia,” ungkap Mentan Amran.

Produksi Surplus: Kebutuhan Petani Dalam Negeri Tetap Aman

Mentan Amran menegaskan bahwa melangkahnya industri pupuk ke pasar internasional tidak akan mengorbankan nasib petani lokal. Ekspor ini murni dilakukan karena Indonesia mengalami surplus produksi yang sangat aman.

Saat ini, proyeksi angka produksi pupuk urea nasional adalah sebagai berikut:

  • Target Produksi Nasional: 7,8 juta ton.

  • Kebutuhan Domestik: 6,3 juta ton.

  • Surplus Nasional: 1,5 juta ton (sisa kuota inilah yang dialokasikan untuk ekspor dan diplomasi pangan).

“Ini mencetak sejarah karena kita akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia," imbuh Amran.

Fondasi Swasembada Pangan

Pemerintah menilai penguatan industri pupuk adalah pilar utama jika Indonesia ingin mempercepat target swasembada pangan nasional. Dengan produksi dalam negeri yang kuat, harga pupuk bagi petani lokal diharapkan bisa lebih terjangkau, distribusinya lebih cepat, dan sisa kelebihannya bisa terus digunakan untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di mata dunia.


Referensi: ANTARA News Jambi. (2026, 16 Mei). Mentan sebut RI kian diperhitungkan usai ekspor pupuk ke Australia. Diakses dari https://jambi.antaranews.com/berita/656929/mentan-sebut-ri-kian-diperhitungkan-usai-ekspor-pupuk-ke-australia

Tanggal Akses: 17 Mei 2026

Cetak Sejarah! RI Mulai Ekspor Pupuk Rp7 Triliun ke Australia, PM Albanese Telepon Langsung Presiden Prabowo Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Sirojudin

0 komentar:

Post a Comment