27 December 2025

Begadang atau Bangun Pagi, Mana yang Lebih Berkaitan dengan Kecerdasan?

 


Jakarta — Setiap manusia memiliki jam biologis alami yang mengatur siklus tidur dan bangun, dikenal sebagai ritme sirkadian. Ritme ini dikendalikan oleh nukleus suprachiasmatik (SCN) di hipotalamus otak dan membentuk kronotipe, yakni kecenderungan alami seseorang untuk aktif di pagi atau malam hari.

Berbeda dengan hewan, manusia memiliki kemampuan kognitif untuk menyimpang dari ritme biologis tersebut. Seseorang bisa memilih untuk begadang atau bangun pagi, meski preferensi alaminya tetap tidak berubah. Pilihan inilah yang kemudian memunculkan perdebatan lama: apakah orang yang suka begadang lebih pintar dibanding mereka yang bangun pagi?

Temuan Awal: Night Owl dan IQ

Perdebatan ini menguat sejak studi tahun 2009 yang dilakukan psikolog Satoshi Kanazawa. Penelitiannya menunjukkan adanya korelasi antara skor IQ tinggi di masa remaja dengan kebiasaan tidur lebih larut di usia dewasa. Dalam data tersebut, individu dengan IQ sangat tinggi cenderung tidur hampir satu jam lebih lambat dibanding mereka dengan skor IQ rendah.

Kanazawa kemudian mengajukan teori evolusioner yang dikenal sebagai Savanna-IQ Interaction Hypothesis. Ia berpendapat bahwa kecerdasan berevolusi sebagai kemampuan menghadapi situasi baru. Karena manusia purba umumnya aktif di siang hari, kebiasaan begadang dianggap sebagai perilaku “tidak lazim” secara evolusioner—dan karenanya lebih sering muncul pada individu dengan kecerdasan lebih tinggi.

Namun, perbedaan waktu tidur yang ditemukan relatif kecil dan tidak serta-merta menentukan kualitas hidup seseorang.

Riset Terbaru: Perbedaan Ada, tapi Kecil

Penelitian lebih mutakhir memberikan gambaran yang lebih seimbang. Studi tahun 2024 yang dilakukan peneliti dari Imperial College London menganalisis data 26.820 peserta dari UK Biobank. Penelitian ini mengukur hubungan antara pola tidur dengan fungsi kognitif seperti memori, penalaran, dan kecepatan reaksi.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang terbiasa begadang memiliki kinerja kognitif sedikit lebih baik dibanding morning person. Namun, kelompok dengan pola tidur menengah—tidak terlalu pagi dan tidak terlalu malam—memiliki performa yang hampir setara.

Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini bersifat asosiatif, bukan sebab-akibat. Dengan kata lain, begadang tidak secara langsung membuat seseorang lebih cerdas.

Risiko Kesehatan yang Menyertai Begadang

Meski terdapat sedikit keunggulan kognitif, kebiasaan begadang juga dikaitkan dengan risiko kesehatan serius. Studi tahun 2018 oleh Kristen Knutson dari Northwestern University menemukan bahwa night owl memiliki risiko kematian dini sekitar 10 persen lebih tinggi dibanding morning person.

Penelitian lain dari Stanford University pada 2024 juga mengaitkan begadang hingga larut malam dengan kesehatan mental yang lebih buruk. Faktor seperti stres, kurang tidur, pola makan tidak teratur, serta perilaku tidak sehat di malam hari diduga berperan dalam risiko tersebut.

Bukan Soal Jam, Tapi Keselarasan

Para ahli sepakat bahwa kunci berpikir optimal bukan terletak pada apakah seseorang begadang atau bangun pagi, melainkan keselarasan dengan ritme biologisnya sendiri. Seseorang yang memaksakan diri hidup bertentangan dengan kronotipe alaminya justru berpotensi mengalami penurunan kesehatan dan produktivitas.

Jika otak bekerja lebih optimal di malam hari, maka pengaturan aktivitas yang sehat menjadi kunci. Begitu pula bagi morning person, pagi hari adalah waktu terbaik untuk fokus dan berkreasi.

Kesimpulan

Apakah orang yang suka begadang lebih pintar? Tidak secara mutlak. Perbedaan kecerdasan yang ditemukan relatif kecil dan tidak sebanding dengan dampak kesehatan jangka panjang. Yang terpenting bukan kapan seseorang tidur, melainkan bagaimana ia menjalani hidup dengan selaras, sehat, dan konsisten dengan jam biologisnya.


Referensi

DetikEdu. Lebih Pintar Mana Orang yang Suka Begadang atau Bangun Pagi?
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8280038/
Diakses pada: 26 Desember 2025

Begadang atau Bangun Pagi, Mana yang Lebih Berkaitan dengan Kecerdasan? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Sirojudin

0 komentar:

Post a Comment