Basmalah (bismillāh ar-raḥmān ar-raḥīm) tidak hanya dipahami sebagai pembuka amal, tetapi juga memiliki dimensi perlindungan ukhrawi. Dalam I‘ānat ath-Thālibīn ‘alā Ḥall Alfāẓ Fatḥ al-Mu‘īn karya Syekh Abu Bakr Syatha ad-Dimyathi (Jilid 1, hlm. 30), disebutkan penjelasan menarik tentang hubungan antara basmalah dan keselamatan dari siksa neraka.
Basmalah terdiri dari sembilan belas huruf, sementara penjaga neraka berjumlah sembilan belas malaikat, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Ibnu Mas‘ud menjelaskan bahwa membaca basmalah dapat menjadi sebab perlindungan dari para malaikat Zabaniyah, karena setiap huruf basmalah berfungsi sebagai junnah (perisai) dari masing-masing penjaga tersebut. Penjelasan ini diletakkan dalam kerangka keutamaan amal (faḍā’il al-a‘māl), yang menekankan nilai spiritual dan simbolik dari menyebut nama Allah.
Dengan demikian, basmalah dipahami bukan sekadar bacaan lisan, tetapi sebagai sarana perlindungan dan penguatan iman. Membiasakan basmalah berarti membangun benteng spiritual yang menghubungkan amal dunia dengan keselamatan di akhirat.
Referensi
Abu Bakr Syatha ad-Dimyathi, I‘ānat ath-Thālibīn ‘alā Ḥall Alfāẓ Fatḥ al-Mu‘īn, Jilid 1, hlm. 30, Dar as-Salām, Kairo, 2021.

0 komentar:
Post a Comment