04 January 2026

Donald Trump Tegaskan AS Bakal Ambil Alih Industri Minyak Venezuela, Bagaimana Nasib Harga Dunia?

 


JAKARTA – Ketegangan geopolitik di Amerika Latin mencapai babak baru. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terang-terangan menyatakan ambisinya untuk mengambil alih kendali atas industri minyak Venezuela. Pernyataan ini muncul menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu malam atas tuduhan peredaran narkoba dan senjata ke Amerika Serikat.

Dalam konferensi pers pasca-operasi tersebut, Trump memberikan penilaian tajam terhadap kondisi sektor energi Venezuela yang dianggapnya telah kolaps. Ia meyakini bahwa di bawah dukungan Amerika Serikat, industri tersebut akan kembali menguntungkan.

"Mereka hampir tidak memompa apa pun dibandingkan dengan apa yang seharusnya bisa mereka pompa," ujar Trump. 

Ia menambahkan bahwa industri minyak Venezuela telah "benar-benar gagal" untuk waktu yang lama.

Jalan Terjal Memulihkan Produksi

Meski Venezuela tercatat memiliki cadangan minyak terbesar di dunia—mencapai lebih dari 300 miliar barel—memulihkan kapasitas produksinya bukanlah perkara mudah. Saat ini, negara tersebut kesulitan memproduksi satu juta barel per hari, yang hanya mewakili sekitar 1% dari total produksi global.

Para analis memperingatkan bahwa rehabilitasi industri ini membutuhkan suntikan modal yang sangat besar. Energy Aspects memperkirakan bahwa untuk menambah produksi sebesar setengah juta barel per hari saja, dibutuhkan biaya hingga $10 miliar dengan durasi waktu sekitar dua tahun.

Richard Bronze, kepala geopolitik di Energy Aspects, menekankan bahwa akses bagi perusahaan minyak AS bisa membantu pemulihan secara bertahap, "Tetapi ini bukan hal yang mudah," tegasnya. Tantangan utama meliputi infrastruktur yang bobrok, ladang minyak yang usang, serta masalah struktural pada BUMN minyak Venezuela, PDVSA, yang kekurangan modal dan keahlian.

Prediksi Dampak terhadap Harga Minyak Global

Meskipun intervensi Amerika Serikat ini diprediksi akan menimbulkan guncangan di pasar, para ahli menilai lonjakan harga yang ekstrem kemungkinan besar tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa dampak terhadap harga minyak diperkirakan akan terbatas:

  • Kelebihan Pasokan: Pasar minyak saat ini dinilai tengah mengalami surplus atau kelebihan pasokan.

  • Kapasitas Produksi Rendah: Venezuela saat ini merupakan produsen yang relatif kecil di panggung global.

  • Kualitas Minyak: Sebagian besar minyak Venezuela adalah jenis ekstra berat yang mahal dan sulit untuk diproses.

Perusahaan riset Third Bridge menyatakan bahwa mereka "tidak melihat peristiwa ini akan segera berdampak pada harga minyak mentah atau biaya bensin yang biasa dilihat pengemudi di SPBU". Pada perdagangan Jumat, minyak mentah Brent sendiri berada di level US$ 60,80 per barel, mendekati titik terendahnya sepanjang tahun.

Langkah Trump ini memang menawarkan peluang bagi korporasi energi Amerika, namun Helima Croft dari RBC Capital Markets memperingatkan adanya tantangan berat, terutama dalam mengurangi pengaruh militer terhadap industri minyak di negara tersebut.


Referensi: CNBC Indonesia. (2026, 4 Januari). AS Ambil Alih Industri Migas Venezuela, Apa Dampak ke Harga Minyak?. Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/market/20260104080722-17-699437/as-ambil-alih-industri-migas-venezuela-apa-dampak-ke-harga-minyak

Tanggal Akses: 4 Januari 2026

Donald Trump Tegaskan AS Bakal Ambil Alih Industri Minyak Venezuela, Bagaimana Nasib Harga Dunia? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Sirojudin

0 komentar:

Post a Comment