TEHERAN – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengeluarkan pernyataan keras terkait eskalasi kekerasan dalam demonstrasi yang melanda negaranya. Meskipun mengakui bahwa protes adalah hak legal rakyat, ia menyerukan masyarakat untuk memisahkan diri dari kelompok perusuh yang ditudingnya sebagai elemen terlatih kiriman Amerika Serikat dan Israel.
Dalam wawancara televisi pada Senin (12/1/2026), Pezeshkian mengungkapkan bahwa para perusuh ini telah melakukan tindakan keji, termasuk pembakaran tempat ibadah dan kitab suci.
Tudingan Intervensi Asing dan Tindakan Teror
Presiden Pezeshkian menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi, seperti serangan terhadap properti publik, pembakaran masjid, hingga pembakaran Al-Qur'an, merupakan bagian dari rencana yang disusun oleh musuh luar negeri.
Pelatihan Elemen Radikal: Musuh dituduh telah melatih elemen di dalam dan luar Iran, serta mengerahkan teroris asing untuk membunuh warga sipil dan personel keamanan.
Kekerasan Ekstrem: Laporan menyebutkan adanya tindakan brutal dari para perusuh, mulai dari penggunaan senjata api, pemenggalan kepala, hingga membakar orang hidup-hidup.
Bukan Warga Biasa: Pezeshkian meyakini bahwa para pelaku kejahatan ini bukanlah orang biasa dan bukan berasal dari Iran.
Komitmen Pemerintah Terhadap Masalah Ekonomi
Pezeshkian menyadari bahwa musuh berupaya memanfaatkan masalah ekonomi dan mata pencaharian untuk menjerumuskan negara ke dalam kekacauan. Oleh karena itu, pemerintahannya berkomitmen untuk:
Dialog Terbuka: Mengajak pengusaha dan pedagang yang melakukan protes untuk berdiskusi langsung dengan pemerintah guna menyelesaikan kekhawatiran mereka.
Keadilan Distribusi: Memastikan subsidi dibagikan secara merata tanpa memandang latar belakang etnis atau ras.
Pemberantasan Korupsi: Mengajak seluruh lapisan masyarakat dan aktivis ekonomi untuk membantu pemerintah memberantas praktik korupsi.
Putra Jenderal IRGC Jadi Korban
Ketegangan ini juga memakan korban tokoh terkemuka. Farajollah Shooshtari, putra dari mendiang wakil komandan Pasukan Darat IRGC Jenderal Nourali Shooshtari, dilaporkan tewas dibunuh perusuh bersenjata di kota Mashhad pada Jumat malam. Farajollah dikenal sebagai aktivis sosial dan budaya yang aktif mempromosikan ajaran Revolusi Islam.
Presiden pun menyerukan masyarakat untuk menghadiri demonstrasi pro-pemerintah pada hari Senin sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan dan kerusuhan yang terjadi.
Referensi:
SINDOnews. (2026, 12 Januari). Presiden Iran Sebut Para Perusuh Dilatih AS dan Israel, Masjid dan Al-Qur'an Pun Dibakar. Diakses dari
Tanggal Akses: 12 Januari 2026

0 komentar:
Post a Comment