MALANG – Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada Minggu (8/2/2026). Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan rasa bahagianya berada di tengah warga nahdliyin yang ia sebut selalu membawa suasana sejuk, damai, dan penuh persatuan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa selama 100 tahun berkiprah, NU telah membuktikan diri sebagai pilar kebesaran Indonesia yang selalu hadir menyelamatkan negara di saat bahaya mengancam.
Pelajaran Sejarah dan Persatuan Nasional
Presiden mengingatkan kembali peran besar kiai dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan, terutama pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Menurutnya, pertempuran tersebut membuktikan bahwa bangsa Indonesia tidak akan tunduk pada penjajahan kembali.
Beberapa poin penting yang ditekankan Presiden Prabowo meliputi:
Kepemimpinan yang Rukun: Tidak ada bangsa yang maju jika pemimpinnya tidak rukun. Ia mengajak para pemimpin untuk selalu menjaga persatuan meski berbeda pandangan.
Menjaga Etika: Pemimpin tidak boleh memiliki dendam, benci, atau dengki terhadap pihak lain.
Filosofi Mikul Duwur Mendem Jero: Sikap menjunjung tinggi kebaikan pemimpin atau orang tua dan mengubur dalam-dalam aib atau keburukannya.
Musyawarah: Menekankan pentingnya mencari kesamaan dan musyawarah untuk mufakat sebagai kepribadian bangsa.
NU sebagai Organisasi Raksasa Dunia
Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menyampaikan bahwa di usia satu abad ini, NU telah menjadi organisasi raksasa dengan jumlah anggota lebih dari 100 juta orang. Gus Kikin menekankan pentingnya menjaga soliditas dan merujuk pada Qonun Asasi Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari yang mengajarkan dakwah dengan kasih sayang dan rukun.
Indahnya Toleransi di Malang
Acara Mujahadah Kubro ini juga menjadi potret nyata toleransi beragama dan ukhuwah di Indonesia:
Dukungan Muhammadiyah: Pengurus Muhammadiyah turut menyiapkan 10.000 bungkus konsumsi serta membuka fasilitas sekolah bagi warga NU.
Toleransi Gereja: Pengurus gereja di sekitar lokasi membuka pintu fasilitas mereka dan secara arif menggeser waktu jadwal misa demi kelancaran acara NU.
Peringatan Satu Abad NU ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menyandingkan ilmu dengan nilai spiritual, menjaga silaturahmi di tengah perbedaan SARA, serta fokus pada pengabdian kepada umat di berbagai bidang.
Referensi:
ANTARA News Jawa Timur. (2026, 8 Februari). Presiden Prabowo dan pelajaran penting dari "Satu Abad NU". Diakses dari
Tanggal Akses: 10 Februari 2026

0 komentar:
Post a Comment