07 February 2026

Falsafah Moh Limo: Rahasia Menjadi Manusia Berpribadi Baik Ala Sunan Ampel

 


Dalam sejarah dakwah Islam di tanah Jawa, Sunan Ampel dikenal memiliki strategi yang sangat relevan dengan budaya masyarakat setempat. Salah satu warisan pemikirannya yang paling ikonik adalah konsep “Moh Limo”, sebuah falsafah hidup yang bertujuan untuk memperbaiki akhlak dan menjauhkan diri dari kemaksiatan.

Kata "Moh" dalam bahasa Jawa berarti tidak mau atau tidak menginginkan. Konsep ini lahir sebagai strategi dakwah untuk menjawab tantangan moral pada masa itu dengan cara yang damai dan menghindari keribetan.

Apa Itu Moh Limo?

Secara harfiah, Moh Limo berarti "Tidak Mau Lima Hal". Berikut adalah lima pilar utama maksiat dosa besar yang harus dihindari menurut ajaran Sunan Ampel:

  1. Moh Main (Tidak Berjudi): Menghindari segala bentuk perjudian, baik kartu, uang, hingga taruhan dalam bentuk bola atau rokok yang saling merugikan.

  2. Moh Ngombe (Tidak Mabuk-mabukan): Menghindari minuman yang memabukkan (khamr). Hal ini sejalan dengan prinsip hifdzul aql atau menjaga akal agar tetap sehat dan waras.

  3. Moh Maling (Tidak Mencuri): Tidak mengambil barang atau harta yang bukan haknya. Ajaran ini mengingatkan bahwa harta adalah titipan Allah, dan mengambil milik orang lain tanpa izin berarti melanggar amanah tersebut.

  4. Moh Madat (Tidak Mengonsumsi Narkoba): Tidak menggunakan barang yang menyebabkan candu dan merusak tubuh seperti ganja atau narkotika. Ini merupakan bentuk pengamalan hifdzun nafs atau menjaga jiwa.

  5. Moh Madon (Tidak Berzina): Tidak melakukan perbuatan zina atau percumbuan dengan lawan jenis yang bukan suami istri. Berzina tidak hanya berdampak pada dosa besar, tetapi juga merusak tatanan nasab (keturunan) dalam syariat Islam.

Menuju Pribadi yang Lebih Baik

Menjadi manusia yang baik tidak cukup hanya dengan menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya, tetapi juga harus berani dan tegas meninggalkan larangan-Nya. Dalam ilmu fiqih, lima hal yang dilarang dalam Moh Limo masuk ke dalam kategori jinayah dengan konsekuensi yang berat.

Dengan menerapkan falsafah Sunan Ampel ini dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat membentuk pribadi yang lebih tenang, berintegritas, dan terhindar dari kerusakan akhlak.


Referensi: NU Online Lampung. (2026). Menjadi Manusia Baik dengan Ajaran Moh Limo Sunan Ampel. Diakses dari https://lampung.nu.or.id/keislaman/menjadi-manusia-baik-dengan-ajaran-moh-limo-sunan-ampel-EEmnV

Tanggal Akses: 7 Februari 2026

Falsafah Moh Limo: Rahasia Menjadi Manusia Berpribadi Baik Ala Sunan Ampel Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Sirojudin

0 komentar:

Post a Comment