Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari seluruh Indonesia menyatakan kesiapan mengikuti keputusan para Mustasyar PBNU yang bermusyawarah di Pondok Pesantren Tebuireng. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul dinamika yang terjadi di tingkat PBNU beberapa waktu terakhir.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengapresiasi inisiatif para kiai sepuh yang turun langsung menyikapi persoalan organisasi. Ia menegaskan bahwa dirinya telah memberikan penjelasan lengkap kepada para Mustasyar dan menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga ketertiban dan struktur organisasi NU.
Dukungan terhadap keputusan Mustasyar datang dari berbagai wilayah. Rais Syuriyah PWNU Bengkulu, KH Hasbullah Ahmad, menyebut bahwa arahan Mustasyar merupakan langkah tepat untuk mengarahkan kembali organisasi kepada aturan. Sementara itu Ketua PWNU Bangka Belitung, Masmuni Mahatma, menekankan bahwa AD/ART harus menjadi rujukan utama dalam menyelesaikan polemik di tubuh PBNU.
Berbagai PWNU dan PCNU dalam pernyataan kolektifnya menegaskan komitmen untuk mematuhi hasil musyawarah para Mustasyar. Mereka juga menolak langkah-langkah yang dianggap melampaui kewenangan struktural serta mendorong penyelesaian konflik melalui mekanisme organisasi yang sah.
Sikap bersama dari wilayah dan cabang ini menunjukkan keinginan kuat struktur NU di daerah untuk menjaga stabilitas dan mendorong penyelesaian persoalan secara damai sesuai tradisi musyawarah para kiai sepuh.
NU Online. (2025). PWNU-PCNU se-Indonesia Ikuti Keputusan Mustasyar di Tebuireng Terkait Persoalan di PBNU. Diakses 10 Desember 2025 dari:
https://www.nu.or.id/nasional/pwnu-pcnu-se-indonesia-ikuti-keputusan-mustasyar-di-tebuireng-terkait-persoalan-di-pbnu-wlXoj

0 komentar:
Post a Comment