Jakarta – Sejumlah tokoh memberikan apresiasi atas terbitnya buku KH Abdul Wahab Hasbullah: Pendiri dan Penggerak NKRI karya Abdul Mun’im DZ. Buku tersebut dinilai memuat pemikiran dan perjalanan hidup salah satu pendiri Nahdlatul Ulama secara lengkap dan mendalam.
Sosok KH Abdul Wahab Hasbullah, atau yang akrab disapa Mbah Wahab, dipandang sebagai figur sentral dalam sejarah pergerakan NU dan kontribusinya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY), Umar Wahid, menilai buku tersebut ditulis secara komprehensif, mulai dari kiprah awal hingga akhir hayat Mbah Wahab.
"Saya melihat buku ini ditulis secara komprehensif, mulai dari kiprah sampai wafatnya Mbah Wahab. Buku ini memberikan pemahaman baru bagi warga NU karena ditulis secara lengkap,” ujar dr. Umar Wahid saat memberikan tanggapan dalam acara bedah buku di Gedung Kemenhaj, Sabtu (14/2/2026).
Sementara itu, mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuzy, menyebut Mbah Wahab sebagai representasi utuh dari karakter dan cara berpikir NU.
"Mbah Wahab adalah the living NU. Kalau ingin mengetahui cara berpikir NU, cukup membaca bagaimana Kiai Wahab bertindak," ungkapnya.
Romahurmuzy juga menyoroti panjangnya kiprah Kiai Wahab dalam struktur organisasi NU.
“Kiai Wahab menjabat di NU selama 21 tahun, lebih lama dari Rais Aam Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Konservasi Arsip Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dr. Kandar, menekankan pentingnya kegiatan bedah buku sebagai sarana menghidupkan kembali memori kolektif serta nilai-nilai perjuangan Kiai Wahab.
"Dengan adanya bedah buku ini, memori yang tersimpan tentang Mbah Wahab tidak hanya disimpan, tetapi juga dikontekstualisasikan, Kandar.
Ia menambahkan bahwa semangat Mbah Wahab dalam menggerakkan ekonomi dan politik pada masanya relevan untuk diterapkan dalam konteks kekinian.
"Dulu beliau bisa menggerakkan ekonomi untuk menopang politik, maka sekarang pun ekonomi harus kuat, masyarakat harus berdaya, dan pendidikan menjadi basis kecerdasan bangsa,” pungkasnya.
Buku ini dinilai tidak hanya menghadirkan rekam jejak historis, tetapi juga menjadi rujukan nilai dan gagasan yang dapat dijadikan panduan bagi warga NU dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya dalam memperkuat peran keumatan, kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Referensi
NU Online.
“Nilai dan Gagasan Mbah Wahab Jadi Panduan bagi Warga NU.”
Alamat: https://nu.or.id/nasional/nilai-dan-gagasan-mbah-wahab-jadi-panduan-bagi-warga-nu-6e79i
📅 Tanggal akses: 14 Februari 2026

0 komentar:
Post a Comment