02 January 2026

Napak Tilas Isyarat Pendirian NU, Kirab Tongkat dan Tasbih Simbol Restu untuk KH Hasyim Asy’ari



Jombang — Komite Dzurriyah Muassis Nahdlatul Ulama menggelar kegiatan Napak Tilas Isyarat Pendirian NU pada Ahad (4/1/2026). Kegiatan ini melibatkan para dzurriyah ulama pendiri NU, yakni keturunan Syaikhona Kholil Bangkalan Madura, KH As’ad Syamsul Arifin Situbondo, serta Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.

Napak tilas ini merepresentasikan perjalanan historis KH As’ad Syamsul Arifin yang membawa isyarat restu dari Syaikhona Kholil Bangkalan berupa tongkat dan tasbih untuk disampaikan kepada Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Tebuireng. Rute napak tilas dimulai dari Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan menuju Tebuireng, Jombang.

Dzurriyah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati satu abad Nahdlatul Ulama versi Masehi (1926–2026), sekaligus sebagai upaya meneladani spirit perjuangan para muassis NU.

Replika tongkat dan tasbih yang menjadi simbol isyarat restu pendirian NU akan dibawa sepanjang rangkaian kegiatan hingga ke Jombang. Selanjutnya, kedua simbol tersebut akan dikirab dari Alun-alun Jombang menuju Pesantren Tebuireng bersama para dzurriyah muassis NU dan ribuan warga Nahdliyin.

“Inilah replika tongkat Hadratussyekh yang akan dikirab dalam rangka napak tilas tongkat dan tasbih isyarat pendirian Jam'iyyah Nahdlatul Ulama, yang insyaallah akan dilaksanakan besok pada hari Ahad, tanggal 4 Januari 2026,” ujarnya dalam keterangan yang diterima NU Online Jombang sembari memperlihatkan tongkat yang dimaksud, Kamis (1/1/2026).

Sebelum pelaksanaan kirab, para peserta dijadwalkan berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang atau Pendopo Kabupaten Jombang. Dari titik tersebut, peserta akan berjalan kaki menuju Pesantren Tebuireng dengan membawa replika tongkat dan tasbih.

Sepanjang perjalanan sejauh kurang lebih enam kilometer, peserta akan melantunkan dzikir Asma’ul Husna Ya Jabbar dan Ya Qahhar, kalimat thayyibah, serta shalawat Badar secara serempak, dengan dipandu oleh koordinator dzikir yang telah ditunjuk panitia.

KH Fahmi Amrullah Hadziq juga mengajak warga Nahdlatul Ulama untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, seraya berharap keberkahan para masyayikh dan ulama mengalir kepada seluruh jamaah.

“Ayo kita ramaikan, kita semarakkan acara napak tilas ini. Semoga kita semuanya mendapat berkah dari para masyayikh dan para ulama,” ajaknya.

Untuk mendukung kelancaran dan keselamatan peserta, panitia menyiapkan dua posko kesehatan. Posko pertama berada di depan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang, sementara posko kedua disiagakan di depan Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Diwek.


Referensi

NU Online Jombang, “Napak Tilas Isyarat Pendirian NU, Ilustrasikan Restu untuk KH Hasyim Asy’ari melalui Kirab Tongkat dan Tasbih”
Tanggal akses: 4 Januari 2026



Napak Tilas Isyarat Pendirian NU, Kirab Tongkat dan Tasbih Simbol Restu untuk KH Hasyim Asy’ari Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Sirojudin

0 komentar:

Post a Comment