26 May 2026

Pengusaha Mengaku Kaget, Monopoli Ekspor PT DSI Bikin Pembeli Sawit Dunia Bingung

 


JAKARTA – Pengumuman pembentukan BUMN ekspor baru, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), sebagai eksportir tunggal komoditas strategis memicu kepanikan massal di industri kelapa sawit nasional. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan bahwa langkah mendadak pemerintah ini langsung membuat harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) domestik terjun bebas dalam hitungan jam.

​Ketua Umum GAPKI, Edy Martono, membeberkan bahwa sebelum Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA) pekan lalu, harga CPO di Dumai, Riau, masih bertengger aman di angka Rp15.300 per kilogram.

“Kemudian hitungan jam, hanya hitungan jam, 2 jam kemudian harga langsung turun di Rp14.500. Kemudian sampai tanggal 22, turun lagi menjadi Rp12.300, itu pun tidak ada yang beli,” ungkap Edy Martono saat ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).


Pasar Memilih "Tiarap" dan Menahan Diri

​Anjloknya harga hingga menyentuh kisaran Rp12.000–Rp12.500 per kilogram anehnya tidak memicu aksi borong. Sebaliknya, para pelaku usaha sawit justru memilih untuk menahan diri dan menghentikan transaksi pembelian.

​Langkah "tiarap" ini diambil karena industri dilingkupi ketidakpastian yang sangat tinggi mengenai mekanisme tata kelola ekspor baru di bawah kendali PT DSI.

Pembeli Luar Negeri Ikut Kebingungan

​Kepanikan ternyata tidak hanya melanda eksportir lokal, tetapi juga menjalar hingga ke para importir di negara-negara tujuan ekspor kelapa sawit Indonesia. Banyak pembeli internasional yang kebingungan dan langsung mempertanyakan arah dari kebijakan monopoli ekspor negara ini.

​Mirisnya, para pengusaha kelapa sawit di dalam negeri tidak mampu memberikan jawaban pasti karena mengaku sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan kebijakan strategis tersebut.

“Kita kan semuanya kaget, pembeli kita juga kaget, importir. Sehingga mereka merasa ini arahnya seperti apa sih? Ya ditanya begitu saya juga tidak bisa jawab, wong saya juga tidak tahu,” tutur Edy blak-blakan.


Tuntut Keterlibatan Pelaku Usaha

​Edy menegaskan bahwa GAPKI selalu memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah. Pihaknya sengaja mengeluarkan peringatan ini karena melihat adanya risiko nyata yang dapat mengancam kestabilan ekosistem industri sawit dari hulu hingga ke tingkat petani.

​Hingga saat ini, pelaku usaha masih meraba-raba terkait regulasi teknis PT DSI. Mereka belum memahami bagaimana mekanisme kesepakatan dagang yang baru, serta siapa yang akan bertindak sebagai pembeli akhir ketika negara resmi menjadi satu-satunya pintu keluar bagi komoditas sawit Indonesia. GAPKI mendesak pemerintah untuk segera duduk bersama melibatkan pelaku industri agar kepanikan pasar ini tidak berlarut-larut.

Referensi:

Kompas.com. (2026, 26 Mei). Pengusaha Sawit Panik Pemerintah Umumkan PT DSI, Harga CPO Anjlok. Diakses dari https://money.kompas.com/read/2026/05/26/144437626/pengusaha-sawit-panik-pemerintah-umumkan-pt-dsi-harga-cpo-anjlok

Tanggal Akses: 26 Mei 2026

Pengusaha Mengaku Kaget, Monopoli Ekspor PT DSI Bikin Pembeli Sawit Dunia Bingung Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Sirojudin

0 komentar:

Post a Comment