31 May 2026

Kantongi Rp61,25 Triliun, Ini 4 "Oleh-oleh" Strategis yang Dibawa Pulang Presiden Prabowo dari Prancis

 


JAKARTA – Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis pekan lalu sukses membuahkan hasil konkret yang fantastis. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari, mengungkapkan bahwa lawatan ini berhasil menelurkan sejumlah kesepakatan baru bernilai investasi total US$3,5 miliar atau setara dengan Rp61,25 triliun.

​Kunjungan ini merupakan balasan atas lawatan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia tahun lalu. Target utama pemerintah bukan sekadar membeli komoditas, melainkan fokus pada transfer teknologi di bidang pertahanan serta penguatan sektor pendidikan STEM (science, technology, engineering, and mathematics).

​Berikut adalah detail empat "oleh-oleh" utama hasil kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Prancis:

1. KADIN Indonesia dan MEDEF International

​Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama kamar dagang Prancis, MEDEF International, resmi meluncurkan France-Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC).

  • Fungsi Forum: Menjadi wadah dialog tingkat tinggi antar-pelaku usaha kedua negara untuk mengawal proyek investasi dan perdagangan bilateral.
  • Target Strategis: Membidik peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada tahun 2035, dari posisi saat ini yang berada di angka US$2,6 miliar.

2. Pertamina dan SLB (PT Schlumberger Geophysics Nusantara)

​PT Pertamina (Persero) berhasil menjalin kolaborasi strategis dengan SLB guna mempercepat adopsi teknologi minyak dan gas (migas) modern serta pengembangan energi bersih. Kerja sama ini mencakup:

  • ​Penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) dan migas nonkonvensional.
  • ​Digitalisasi sistem berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
  • ​Program pengurangan emisi karbon melalui proyek carbon capture and storage (CCS) serta optimalisasi panas bumi.

3. Pertamina dan TotalEnergies

​Masih di sektor energi, Pertamina juga mengunci kesepakatan besar dengan raksasa energi asal Prancis, TotalEnergies. Ruang lingkup kerja sama yang disepakati tergolong sangat luas, mulai dari sektor hulu migas, perdagangan LNG, biofuel, hingga bisnis rendah karbon. Ke depan, kedua belah pihak akan menjajaki pembangunan kilang hijau (green refinery) bersama.

4. Danantara dan Thales

​Sektor pertahanan menjadi primadona dalam lawatan kali ini. Di bawah koordinasi Danantara melalui PT Len Industri, Indonesia memvalidasi Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan raksasa pertahanan Prancis, Thales.

Kesepakatan ini mencakup megaproyek pembangunan pabrik radar berlabel "Made in Indonesia", pengembangan tactical data link, sistem komando dan kendali, fasilitas pemeliharaan (maintenance), hingga program pelatihan radar intensif bagi anak bangsa.


​Kepulangan Presiden Prabowo ke Indonesia pada Sabtu (30/5) pagi menandai berakhirnya lawatan ketiganya ke Prancis di tahun ini. Presiden bahkan secara optimistis menyatakan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis saat ini sedang berada pada fase terbaik sepanjang sejarah.

Referensi:

CNN Indonesia. (2026, 31 Mei). Prabowo Bawa 4 'Oleh-oleh' dari Prancis, Apa Saja?. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260531143821-134-1363895/prabowo-bawa-4-oleh-oleh-dari-prancis-apa-saja

Tanggal Akses: 31 Mei 2026

Kantongi Rp61,25 Triliun, Ini 4 "Oleh-oleh" Strategis yang Dibawa Pulang Presiden Prabowo dari Prancis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Sirojudin

0 komentar:

Post a Comment