20 February 2026

Kabar Gembira! Sawit Indonesia Bebas Tarif ke AS: Peluang Emas bagi Petani dan Pengusaha



JAKARTA – Indonesia mencatatkan prestasi gemilang di sektor perdagangan internasional. Setelah pertemuan strategis antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump, ekspor minyak sawit (CPO) dan produk olahannya kini resmi menyandang status tarif nol persen untuk pasar Amerika Serikat.

Kesepakatan ini tertuang dalam dokumen historis Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa sawit menjadi salah satu dari 1.819 pos tarif yang dibebaskan dari bea masuk.

"Baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0%," tegas Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat (20/2/2026).

Kinerja Ekspor Sawit 2025: Tumbuh Agresif

Sebelum kesepakatan ini diteken, kinerja ekspor sawit Indonesia sepanjang 2025 sebenarnya sudah menunjukkan tren positif yang sangat kuat:

  • CPO Mentah (HS 151110): Mencapai nilai **US$ 3,09 miliar**, tumbuh 13,79% secara tahunan. India tetap menjadi "raja" pembeli dengan serapan US$ 2,86 miliar.

  • Produk Sawit Olahan (HS 151190): Tumbuh lebih luar biasa mencapai US$ 21,34 miliar (naik 23,10%). Pakistan, China, dan Bangladesh menjadi tiga tujuan utama produk hilir ini.

Dampak Resiprokal: Harga Tahu, Tempe, dan Mie Stabil

Perjanjian ini bersifat timbal balik. Sebagai gantinya, Indonesia juga memberikan tarif nol persen untuk produk unggulan AS seperti gandum (wheat) dan kacang kedelai (soy bean). Kebijakan ini merupakan angin segar bagi kantong masyarakat Indonesia.

"Masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari soy bean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat," papar Airlangga.

Kesimpulan: Masa Depan Ekonomi Cerah

Dengan dihapuskannya tarif impor sawit ke Amerika Serikat, diharapkan volume ekspor CPO dan produk turunannya ke Negeri Paman Sam akan melonjak tajam pada tahun 2026 ini. Langkah ini tidak hanya memperkuat cadangan devisa, tetapi juga melindungi 20 juta jiwa yang bergantung pada sektor industri terkait.


Referensi: CNBC Indonesia. (2026, 20 Februari). Resmi! Ekspor CPO RI ke Amerika Bebas Tarif, Berapa Nilainya?. Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/research/20260218143835-128-711833/resmi-ekspor-cpo-ri-ke-amerika-bebas-tarif-berapa-nilainya

Tanggal Akses: 20 Februari 2026

Kabar Gembira! Sawit Indonesia Bebas Tarif ke AS: Peluang Emas bagi Petani dan Pengusaha Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Sirojudin

0 komentar:

Post a Comment