BERLIN – Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan peringatan yang menggetarkan dalam pembukaan Konferensi Keamanan Munich (Munich Security Conference) pada Jumat (13/2/2026). Ia menyatakan bahwa tatanan dunia berbasis aturan, yang selama ini menjadi fondasi hubungan internasional, tidak lagi berlaku dalam bentuknya yang lama.
Merz menegaskan bahwa di era persaingan kekuatan besar saat ini, kebebasan bangsa-bangsa tidak lagi terjamin. Ia mendesak negara-negara Eropa untuk siap melakukan "pengorbanan," termasuk dalam bentuk peningkatan anggaran pertahanan yang signifikan.
Keretakan Transatlantik dan Isu Greenland
Pidato Merz mencerminkan ketegangan yang mendalam antara Eropa dan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan meliputi:
Ambisi Trump atas Greenland: Ketegangan meningkat setelah Presiden Trump menyatakan niatnya untuk mencaplok Greenland dan mengancam akan memberlakukan tarif bagi negara-negara Eropa yang mendukung kedaulatan Denmark atas wilayah Arktik tersebut.
Jurang Pemisah Nilai: Merz secara terbuka menyebut adanya jurang pemisah antara Eropa dan gerakan MAGA (Make America Great Again) di AS, terutama terkait kebijakan perdagangan bebas versus proteksionisme, serta batas kebebasan berbicara yang bersinggungan dengan martabat manusia.
Keamanan Nuklir Eropa: Sebagai respons atas ketidakpastian komitmen AS terhadap NATO, Merz mengungkapkan adanya "pembicaraan rahasia" dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai pembentukan sistem penangkal nuklir bersama di Eropa.
Era Baru Geopolitik
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang turut hadir, menyebut situasi saat ini sebagai era baru dalam geopolitik yang menuntut seluruh pihak untuk meninjau kembali peran mereka. Sementara itu, Presiden Macron kembali menyerukan agar Eropa segera bertransformasi menjadi kekuatan geopolitik yang mandiri secara militer, mengingat perang di Ukraina merupakan tantangan eksistensial bagi benua tersebut.
Meski situasi memanas, Kanselir Merz tetap menyerukan upaya untuk memperbaiki dan menghidupkan kembali kepercayaan transatlantik yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Referensi:
Liputan6.com. (2026, 13 Februari). Kanselir Jerman Peringatkan: Tatanan Dunia Berbasis Aturan Tak Lagi Ada. Diakses dari
Tanggal Akses: 15 Februari 2026

0 komentar:
Post a Comment