06 January 2026

Hidup Beruntung dan Mati Syahid dengan Basmalah (Ringkasan I’anah al-Thalibin)

 


Basmalah (bismillāh ar-raḥmān ar-raḥīm) bukan hanya pembuka lisan dalam aktivitas seorang muslim, tetapi juga memiliki implikasi spiritual yang mendalam. Dalam I‘ānat ath-Thālibīn ‘alā Ḥall Alfāẓ Fatḥ al-Mu‘īn karya Syekh Abu Bakr Syatha ad-Dimyathi (Jilid 1, hlm. 29), disebutkan sebuah riwayat yang mengaitkan basmalah dengan kebahagiaan hidup dan kemuliaan akhir hayat.

Riwayat tersebut menyatakan bahwa siapa pun yang membiasakan membaca basmalah pada awal setiap perkara penting (amrun dzū bāl), ia akan dianugerahi kehidupan yang bahagia dan wafat dalam keadaan syahid. Penegasan “perkara yang penting” menunjukkan bahwa basmalah bukan sekadar rutinitas verbal, melainkan bentuk kesadaran spiritual dalam menghadirkan Allah Swt. di setiap urusan yang bernilai.

Dengan demikian, basmalah berfungsi sebagai pengikat antara amal dunia dan orientasi akhirat. Ia melatih seorang hamba untuk memulai setiap langkah dengan niat yang lurus, adab yang benar, dan ketergantungan penuh kepada Allah Swt., yang pada akhirnya membentuk kehidupan yang diberkahi dan penutup usia yang mulia.


Referensi

Abu Bakr Syatha ad-Dimyathi, I‘ānat ath-Thālibīn ‘alā Ḥall Alfāẓ Fatḥ al-Mu‘īn, Jilid 1, hlm. 29, Dar as-Salām, Kairo, 2021.

وروي: من أراد أن يحيا سعيدا ويموت شهيدا فليقل عند ابتداء كل شئ بسم الله الرحمن الرحيم - أي كل شئ ذي بال - بدليل الحديث المتقدم

Hidup Beruntung dan Mati Syahid dengan Basmalah (Ringkasan I’anah al-Thalibin) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Sirojudin

0 komentar:

Post a Comment