04 January 2026

Permohonan Terakhir Maduro Sebelum Ditangkap Delta Force: "Tidak Ada Perang, Ya Perdamaian"

 


JAKARTA – Sebuah momen kontras terjadi tepat sebelum kejatuhan Nicolás Maduro. Hanya dua malam sebelum pasukan elite Amerika Serikat melakukan penangkapan, Presiden Venezuela tersebut sempat melakukan tur keliling ibu kota pada Malam Tahun Baru untuk menyampaikan pesan persahabatan kepada publik Amerika Serikat.

Dalam momen yang kini dianggap sebagai permohonan terakhirnya, Maduro berusaha keras menampilkan citra sebagai pemimpin yang moderat dan terbuka bagi investasi Barat.

"Amerika harus tahu bahwa di sini mereka memiliki teman, sebuah negara yang damai, dan pemerintah yang ramah. Pesan kami sangat jelas: 'Tidak ada perang. Ya, perdamaian,'" tegas Maduro sebagaimana dikutip dari The New York Times.

Diplomasi Minyak dan Tawaran Kerja Sama

Di tengah ancaman militer yang mengintai, Maduro sempat menyatakan kesiapannya untuk melakukan negosiasi serius dengan Washington, terutama terkait sektor energi dan pemberantasan narkoba. Ia menegaskan bahwa Venezuela sangat terbuka bagi modal dari Negeri Paman Sam.

"Jika mereka menginginkan minyak Venezuela, Venezuela siap menerima investasi AS - seperti dengan Chevron - kapan pun, di mana pun, dan bagaimana pun mereka menginginkannya. Masyarakat di AS harus tahu bahwa jika mereka menginginkan perjanjian pembangunan ekonomi yang komprehensif, Venezuela ada di sini," ujarnya dalam upaya terakhir menarik simpati Gedung Putih.

Bantahan Atas Tuduhan "Pemimpin Kartel"

Kontras dengan citra damai yang dibangun Maduro, Presiden Donald Trump justru berulang kali melabelinya sebagai pemimpin kartel. Pada Sabtu (3/1), jaksa federal secara resmi mendakwa Maduro dan istrinya, Flores, atas tuduhan terorisme narkoba serta konspirasi impor kokain.

Maduro dengan keras menolak tuduhan tersebut dan menuding balik bahwa Amerika Serikat sedang merekayasa alasan untuk melakukan invasi.

"Mereka tidak bisa menuduh saya atau Venezuela memiliki senjata pemusnah massal, atau rudal nuklir, atau senjata kimia. Jadi mereka mengarang tuduhan yang pemerintah AS tahu sama palsunya dengan klaim senjata pemusnah massal yang membawa mereka ke dalam perang abadi," bantah Maduro.

Detik-Detik Penangkapan oleh Delta Force

Ambisi Maduro untuk menjadikan tahun 2026 sebagai "Tahun Tantangan Besar" dan tahun untuk "memperkuat Venezuela sebagai negara yang damai" seketika pupus. Melalui operasi militer yang melibatkan pasukan elite Delta Force, Maduro akhirnya ditangkap dan diterbangkan menuju New York.

Setelah mendarat di Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart, Maduro kini diperkirakan mendekam di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn untuk mempertanggungjawabkan dakwaan yang diarahkan kepadanya.


Referensi: CNBC Indonesia. (2026, 4 Januari). Permohonan Terakhir Maduro: Tidak Ada Perang, Tapi Perdamaian. Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20260104132320-4-699482/permohonan-terakhir-maduro-tidak-ada-perang-tapi-perdamaian

Tanggal Akses: 4 Januari 2026

Permohonan Terakhir Maduro Sebelum Ditangkap Delta Force: "Tidak Ada Perang, Ya Perdamaian" Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Sirojudin

0 komentar:

Post a Comment