TANGERANG – Keluarga dari Capt. Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan di Sulawesi Selatan, telah bertolak menuju Makassar pada Senin (19/1/2026). Keberangkatan ini bertujuan untuk memenuhi panggilan identifikasi melalui tes DNA di Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulsel.
Capt. Andy Dahananto dikenal sebagai pilot senior sekaligus menjabat sebagai Direktur Operasi Indonesia Air Transport. Sosok yang telah tinggal selama 31 tahun di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang ini, dikenal warga sebagai pribadi yang tegas, ramah, dan memiliki jiwa sosial tinggi dalam membantu lingkungan sekitarnya.
Progres Pencarian dan Identifikasi Korban
Memasuki hari kedua operasi SAR, tim gabungan telah menemukan beberapa titik terang di lokasi jatuhnya pesawat, tepatnya di wilayah Pegunungan Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep:
Penemuan Jenazah: Tim SAR telah menemukan satu jenazah korban yang saat ini belum teridentifikasi.
Serpihan Pesawat: Berbagai bagian dari pesawat ATR 42-500 ditemukan tersebar di area pegunungan tersebut.
Lokasi Kejadian: Pesawat dilaporkan hilang kontak saat dalam upaya melakukan pendaratan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Daftar Manifest Penumpang dan Kru
Pesawat sewaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini membawa total 10 orang yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang. Berikut adalah datanya:
Penumpang (Pegawai KKP):
Ferry Irawan
Deden Mulyana
Yoga Naufal
Kru Pesawat:
Pilot: Capt. Andy Dahananto
Copilot: Muhammad Farhan Gunawan
Kru: Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita
Referensi:
ANTARA News. (2026, 19 Januari). Keluarga pilot pesawat ATR bertolak ke Sulsel, jalani tes DNA. Diakses dari
Tanggal Akses: 19 Januari 2026

0 komentar:
Post a Comment