WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap fakta baru mengenai komitmen finansial dan operasional negara-negara anggota Board of Peace untuk pemulihan Gaza. Menjelang pertemuan perdana yang dijadwalkan pada Kamis pekan ini, Trump melalui platform Truth Social mengonfirmasi bahwa dana lebih dari US$5 miliar (sekitar Rp78 triliun) telah disiapkan untuk rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan.
Selain dukungan dana, negara-negara anggota juga menjanjikan pengiriman ribuan personel guna mendukung pasukan stabilisasi yang telah mendapatkan otorisasi dari PBB serta membantu pembentukan kepolisian lokal di wilayah Palestina tersebut.
Pertemuan Strategis di Lembaga Perdamaian Baru
Pertemuan perdana kelompok ini akan diselenggarakan di Donald J. Trump Institute of Peace, sebuah lembaga di bawah Departemen Luar Negeri AS yang baru saja menggunakan nama sang presiden. Agenda ini rencananya dihadiri oleh delegasi dari lebih dari 20 negara, termasuk beberapa kepala negara.
Beberapa poin penting terkait pembentukan dewan ini antara lain:
Dukungan Internasional: Pembentukan Board of Peace telah mendapat dukungan resmi melalui resolusi Dewan Keamanan PBB.
Misi Utama: Menjadi bagian dari rencana besar pemerintahan Trump untuk mengakhiri konflik antara Israel dan Hamas di Gaza secara permanen.
Status Gencatan Senjata: Meski gencatan senjata resmi telah berlaku sejak Oktober tahun lalu, kondisi di lapangan masih diwarnai ketegangan. Data mencatat lebih dari 590 warga Palestina dan empat tentara Israel tewas dalam berbagai insiden sejak kesepakatan diberlakukan.
Keanggotaan yang Beragam: Indonesia dan Israel dalam Satu Meja
Salah satu sorotan utama Trump adalah komposisi anggota yang dianggap sangat beragam. Sejumlah kekuatan besar di Timur Tengah dan negara berkembang telah resmi bergabung, di antaranya:
Kekuatan Kawasan: Israel, Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Qatar.
Negara Berkembang: Indonesia.
Meskipun banyak negara berkembang dan Timur Tengah telah bergabung, beberapa kekuatan global dan sekutu tradisional AS di Barat dilaporkan masih bersikap hati-hati terhadap inisiatif ini.
Referensi:
CNBC Indonesia. (2026, 17 Februari). RI & Israel Bergabung, Trump Ungkap Fakta Baru soal Board of Peace. Diakses dari
Tanggal Akses: 17 Februari 2026

0 komentar:
Post a Comment