26 May 2026

Timwas DPR Meradang! Bongkar Karut-Marut Logistik Haji: Jemaah Hanya Diberi Popmie hingga Bus Telat Berjam-jam

 


MAKKAH – Di tengah proses pergeseran massal jemaah haji Indonesia menuju Padang Arafah, Tim Pengawas Haji (Timwas) DPR RI menemukan sejumlah kendala krusial di lapangan. Anggota Timwas DPR RI, Marwan Dasopang, melontarkan teguran keras kepada petugas haji setelah mendapati ketidakpastian distribusi makanan layak serta keterlambatan armada bus yang berpotensi menelantarkan jemaah.

​Dalam inspeksi mendadak di Sektor 6 Tower 1, 2, dan 3 Makkah, Timwas dikecewakan oleh hilangnya menu makanan siap saji (Ready to Eat/pressmeal) yang semestinya menjadi hak utama jemaah sebelum memasuki fase Armuzna yang menguras fisik.

"Ketua Kloter harus memikirkan, kalau kita bersikeras menunggu hak kita tapi tidak datang, nanti jemaah kelaparan. Kalau kita berkenan mengeluarkan uang masing-masing untuk beli makan, mungkin itu caranya satu-satunya," cetus Marwan di hadapan para ketua kloter, Senin (25/5/2026).


Soroti Menu Popmie yang Dinilai Layak dan Berbahaya

​Marwan mengaku sangat kecewa karena jatah konsumsi berat jemaah justru diganti dengan makanan instan cepat saji seperti mi instan, popmie, roti, dan susu. Menurutnya, kebijakan ini sangat tidak layak, tidak mengenyangkan, bahkan berbahaya bagi kondisi pencernaan jemaah yang hendak menghadapi wukuf.

  • Risiko Kesehatan: Sejak jauh hari DPR sudah melarang mi instan dijadikan makanan utama karena berisiko memicu sakit perut massal di perjalanan menuju Arafah.
  • Tuntut Kejujuran Petugas: Timwas mendesak pihak katering (Raken) dan petugas lapangan bersikap jujur terkait ketersediaan makanan komplit siang dan sore hari agar ketua kloter bisa segera mencari alternatif mandiri.
  • "Kemarin sudah kita sampaikan, penggantinya itu tidak boleh hanya mi instan atau popmie. Dari dulu sudah kita larang karena berisiko membuat jemaah sakit perut menuju Arafah. Mi instan hanya boleh jadi makanan sampingan, bukan makanan utama. Kalau ada katakan ada, kalau tidak katakan tidak!" tegas Marwan.


    Bus Terlambat: Jemaah Telantar Hingga 4 Jam di Hotel

    ​Bukan hanya urusan perut, sengkarut transportasi juga menjadi temuan minor Timwas DPR RI. Jadwal pergerakan bus yang diatur berkala terbukti kedodoran di beberapa sektor.

    ​Berdasarkan laporan di lapangan, terdapat sejumlah kloter jemaah yang dijadwalkan berangkat sejak pukul 07.00 pagi Waktu Arab Saudi, namun hingga pukul 11.00 siang armada bus pengangkut belum juga kunjung datang tanpa alasan yang jelas.

    ​Timwas mendesak agar ego sektoral dipangkas dan koordinasi antar-petugas di lapangan segera diperbaiki secara total. Jika masalah logistik dan transportasi mendasar ini tidak diurai dalam hitungan jam, stamina dan kesehatan jemaah haji Indonesia—terutama lansia—dikhawatirkan akan rontok bahkan sebelum rangkaian puncak Armuzna dimulai.

    Referensi:

    Parlementaria - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2026, 25 Mei). Lika-liku Jemaah Haji Menuju Arafah: Hanya Berbekal Roti dan Popmie hingga Bus yang Terlambat. Diakses dari https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Lika-liku-Jemaah-Haji-Menuju-Arafah-Hanya-Berbekal-Roti-dan-Popmie-hingga-Bus-yang-Terlambat-65541

    Tanggal Akses: 26 Mei 2026

Timwas DPR Meradang! Bongkar Karut-Marut Logistik Haji: Jemaah Hanya Diberi Popmie hingga Bus Telat Berjam-jam Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Sirojudin

0 komentar:

Post a Comment